NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
ArtikelBeritaDaerah

CMMI Minta Inspektorat Audit Dugaan Rangkap Jabatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima

1 Mins read

SEJUK.ID – Bima, (10/03/2026) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) Kabupaten Bima secara resmi mengajukan permohonan audit kepada Inspektorat Kabupaten Bima terkait dugaan rangkap jabatan yang dilakukan oleh salah satu pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.

Dalam surat permohonan tersebut, CMMI menyoroti dugaan bahwa Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menjalankan dua peran sekaligus dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, yakni sebagai perencana kegiatan serta sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Ketua Umum DPD CMMI, Adi Markus, menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan (conflict of interest) dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Menurutnya, dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah, setiap pihak yang terlibat harus menjalankan fungsi dan kewenangannya secara profesional serta menghindari potensi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan.

“Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah harus menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas. Jika satu orang merangkap sebagai perencana sekaligus PPK, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan,” ujarnya.

CMMI menegaskan bahwa permohonan audit ini bertujuan untuk memastikan apakah pelaksanaan tugas dan kewenangan tersebut telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya.

Melalui surat tersebut, CMMI juga meminta Inspektorat Kabupaten Bima untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna menjamin terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat sipil dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berintegritas di daerah,” tambah Adi Markus.

DPD CMMI berharap Inspektorat Kabupaten Bima dapat segera menindaklanjuti permohonan tersebut dengan melakukan audit dan pemeriksaan secara objektif demi menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Related posts
BeritaDaerah

SUMU Buka Jalan ke Pasar Global, Ajak Pengusaha RI Belanja Langsung ke Pabrik di Yiwu China

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) kembali membuka ruang penguatan jejaring bisnis internasional melalui program Exclusive Business Trip ke Yiwu, China, yang…
BeritaDaerah

IPM SMP Muhammadiyah 3 Depok Gelar Workshop Literasi dan Public Speaking, Pelajar Dilatih Berpikir Kritis

1 Mins read
SEJUK.ID – Kemampuan literasi dan komunikasi publik dinilai menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan era digital yang kian cepat. Untuk…
BeritaNasional

SUMU Tawarkan Asisten Bisnis Berbasis AI, Dorong UMKM Bertransformasi Digital

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) mendorong para pengusaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *