NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

Aditya Akbar Hakim, Pemateri Bimtek Kepenulisan Konten Budaya Lokal Jatim Sesi Ketiga

1 Mins read

SEJUK.ID – Suasana Ruang Graha Pustaka Lantai 2, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Jatim), tampak hidup dan penuh semangat saat Aditya Akbar Hakim, seorang pegiat literasi, tampil sebagai pemateri dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Jawa Timur, Jumat (13/06/2025).

Di tengah hujan rintik yang syahdu, Aditya membuka sesi dengan menyebut bahwa suasana tersebut sangat cocok untuk belajar. Bimtek ini diselenggarakan secara hybrid, yakni diikuti oleh peserta secara luring dan daring. Pada sesi kali ini, materi yang diangkat adalah “Menyunting Naskah.”

Mengawali sesi, Aditya mengajak peserta untuk melakukan latihan menulis bebas. Menurutnya, latihan ini penting sebagai pembiasaan bagi penulis untuk mengikat makna dalam setiap pikiran. Ia merujuk pada Hernowo Hasim, penulis 24 buku dalam kurun empat tahun, yang juga pencetus konsep “Mengikat Makna.” Menulis bebas atau free writing, katanya, dapat membantu seseorang menuangkan isi pikirannya agar tidak hilang.

Respons peserta sangat antusias. Beberapa menyampaikan bahwa latihan menulis bebas membuat perasaan menjadi lega dan puas. Selain itu, kegiatan tersebut melatih kemampuan menuangkan ide serta menjadi sarana terapi mental.

Dalam paparannya, Aditya juga menyinggung pentingnya penyuntingan naskah. Ia menekankan bahwa menyunting bukan berarti “menggunting” secara serampangan, melainkan seleksi bagian naskah secara bijak. Pria yang menjabat sebagai Sekretaris II Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Jawa Timur itu juga menyoroti soal plagiarisme.

Ia merujuk artikel Rhenald Kasali berjudul “Orang Pintar Plagiat” yang pernah dimuat di harian Kompas, Selasa, 20 April 2010. Dalam konteks itu, Aditya mengingatkan bahwa seorang penulis harus menjunjung orisinalitas. Jika mengutip atau merujuk sumber lain, maka harus dilakukan dengan parafrase yang tepat. “Tulisan harus orisinal, hasil produksi dan kedalaman pikiran sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Gandeng Penulis Aditya Akbar Hakim, Ponpes Karangasem Gelar Ngaji Literasi Gramedia

Keseruan pun terus berlanjut. Para peserta diajak membaca artikel dan berdialog secara aktif, membuat suasana forum menjadi hidup dan interaktif.

Menutup sesi, Aditya menyampaikan pesan inspiratif, “Menulis butuh latihan, menyunting pun demikian. Bagi pemula, hasil tulisan cenderung kurang baik. Tapi selama orisinal, itu patut dihargai.”

Pernyataan itu disambut gemuruh tepuk tangan seluruh peserta sebagai penutup sesi yang inspiratif. (*)

Penulis Moch Muzaki. Editor Fathan Faris Saputro.

1222 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaNasional

Perak Kian Dilirik, SUMU Catalyst Ajak Peserta Menangkap Peluang Bisnis Bersama SilverMu

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) terus mendorong lahirnya wirausahawan baru melalui berbagai program edukasi dan pengembangan usaha. Upaya tersebut salah satunya…
BeritaDaerah

Nasyiatul ‘Aisyiyah Makassar Gelar Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis, Perkuat Kesadaran Hidup Sehat Warga

2 Mins read
SEJUK.ID – Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul ‘Aisyiyah Kota Makassar bekerja sama dengan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Minasa Upa dan Puskesmas Minasa Upa…
BeritaDaerah

Musywil XXIII IPM Lampung Tetapkan Kepemimpinan Baru, Agustiar Rinaldi Al-Qaida Nahkodai Periode 2026–2028

1 Mins read
SEJUK.ID – Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 di Kota Bandar Lampung resmi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *