NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

Buku Jurnalisme Filantropi Diluncurkan di Milad Lazismu, Dorong Media Berorientasi Solusi dan Kesejahteraan

2 Mins read

SEJUK.ID – Momentum Milad ke-24 Lazismu dimanfaatkan untuk memperkenalkan gagasan baru tentang peran media dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Dalam resepsi milad yang digelar di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (29/7/2026), Majalah Suara Muhammadiyah berkolaborasi dengan Lazismu meluncurkan buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan.

Peluncuran buku tersebut diikuti diskusi yang menghadirkan penulis buku Roni Tabroni, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas RI Tirta Sutedjo, serta Peneliti Filantropi Islam Amelia Fauzia. Keempatnya membedah buku setebal 345 halaman itu dari perspektif masing-masing.

Roni Tabroni menjelaskan, buku tersebut lahir dari dua kegelisahan intelektual. Pertama, dunia jurnalisme yang terus menghadapi guncangan akibat disrupsi. Kedua, praktik filantropi yang telah menjadi karakter masyarakat Indonesia belum terhubung secara optimal dengan dunia jurnalistik.

“Buku ini digagas untuk menjembatani dua kegelisahan tersebut. Istilah jurnalisme filantropi kami tawarkan sebagai kajian interdisipliner yang menghadirkan cara pandang, pendekatan, dan konsep baru dalam dunia jurnalisme,” ujarnya.

Menurut Roni, jurnalisme filantropi tidak berhenti pada penyampaian informasi atau pemberitaan aksi sosial semata. Lebih dari itu, jurnalisme harus mampu mengawal akar persoalan sosial, menggerakkan kepedulian publik, serta mendorong kolaborasi untuk menghadirkan solusi.

“Ukuran keberhasilan jurnalisme filantropi bukanlah banyaknya berita atau seberapa viral sebuah pemberitaan, melainkan seberapa besar dampak sosial yang mampu dihadirkan bagi masyarakat,” katanya.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyidin, menilai buku tersebut berhasil menjelaskan konsep jurnalisme filantropi secara sistematis. Menurutnya, jurnalisme filantropi berperan sebagai jembatan antara masyarakat yang membutuhkan bantuan dan mereka yang memiliki kepedulian untuk membantu.

“Karya Mas Roni ini sangat membantu. Buku ini menjelaskan secara bertahap bagaimana konsep jurnalisme filantropi dapat diterapkan dalam praktik jurnalistik,” ujarnya.

Baca Juga:  Milad Ke-24 Lazismu, Integrasi Menjadi Kunci Memperluas Dampak bagi Masyarakat

Andi menambahkan, esensi jurnalisme filantropi terletak pada tiga hal, yakni memberitakan, membangun empati, dan mendorong aksi nyata. Menurut dia, arah tersebut kini mulai ditempuh oleh banyak media arus utama.

Sementara itu, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas RI, Tirta Sutedjo, menilai konsep jurnalisme filantropi memiliki potensi besar dalam membangun kepercayaan publik terhadap isu-isu sosial.

Menurut Tirta, Indonesia memiliki target besar menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, media perlu mengambil peran lebih aktif dalam mengangkat isu kesejahteraan sekaligus menawarkan solusi yang konstruktif.

“Harapannya, pada 2045 Indonesia menjadi negara maju, kemiskinan dapat ditekan, dan seluruh masyarakat menikmati kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghapus pelabelan negatif terhadap kelompok rentan melalui pemberitaan yang berimbang dan berkeadilan.

“Pemerintah, masyarakat, jurnalis, dan media perlu bergandeng tangan agar agenda besar tersebut dapat diwujudkan bersama,” katanya.

Perspektif lain disampaikan Peneliti Filantropi Islam Amelia Fauzia. Ia menilai praktik filantropi telah mengakar kuat di Indonesia dan memiliki hubungan erat dengan perkembangan media.

Menurut Amelia, sejumlah contoh menunjukkan keterkaitan tersebut, seperti lahirnya Dompet Dhuafa dari Republika maupun keberadaan Suara Muhammadiyah yang menjadi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah.

Amelia menegaskan, jurnalisme filantropi perlu memiliki kode etik yang jelas agar tetap menjaga independensi, integritas, serta prinsip-prinsip verifikasi dalam setiap pemberitaan.

“Jurnalisme filantropi tetap harus memiliki kode etik yang menjaga keseimbangan antara fungsi advokasi dengan prinsip independensi, verifikasi, dan integritas jurnalistik,” tegasnya.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media, Deni Asy’ari, dalam sambutannya mengatakan bahwa pers memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan fakta. Media juga harus mampu mencerahkan, memberdayakan masyarakat, serta mengonsolidasikan berbagai potensi sosial.

Baca Juga:  Milad Perdana BikersMu Sleman, Touring Jadi Jalan Dakwah dan Aksi Sosial di Lereng Merapi

Ia berharap buku karya Roni Tabroni tersebut dapat memperluas cara pandang insan pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

“Ke depan, pers tidak hanya mengungkap fakta, tetapi juga membangun empati, menginspirasi masyarakat, serta mengonsolidasikan potensi ekonomi, zakat, infak, dan sedekah untuk menghadirkan solusi bagi bangsa,” ujarnya.

Peluncuran Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan paradigma baru mengenai hubungan antara media dan gerakan filantropi. Melalui pendekatan tersebut, jurnalisme diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro

1282 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

Mahasiswa KKN UMLA Perkuat Semangat Kemerdekaan di MI MULA Lewat Gebyar HUT Ke-81 RI

2 Mins read
SEJUK.ID – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI) mulai terasa di Desa Labuhan, Kabupaten Tuban. MI Muhammadiyah 09…
BeritaDaerah

SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM, Dorong Peluang Ekspor hingga Pasar Global

3 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui kegiatan Kopi Darat (Kopdar) bertajuk Big Deal,…
BeritaDaerah

Polresta Sleman Gembleng 153 Siswa Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

1 Mins read
SEJUK.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman membuka Pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) bagi 153 siswa dari SD Muhammadiyah Condongcatur dan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *