NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

Meneladani Ibrahim dan Ismail, PCIM Malaysia Tegaskan Kesalehan Tak Lahir Seketika

2 Mins read

SEJUK.ID – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia menggelar pengajian spesial bertajuk “Falsafah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail” di Rumah HAMKA Malaysia, Kuala Lumpur, Selasa malam (26/5/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00–22.00 waktu setempat itu menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan peran Muhammadiyah bagi diaspora Indonesia di Malaysia.

Pengajian menghadirkan Saidul Amin sebagai pembicara utama. Hadir pula R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, jajaran PCIM dan PCIA Malaysia, serta warga Muhammadiyah dan diaspora Indonesia.

Dalam pemaparannya, Saidul Amin mengulas makna ibadah kurban melalui konsep “Trilogi Peradaban” yang disebutnya sebagai fondasi lahirnya masyarakat unggul. Menurut dia, kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar bukan sekadar sejarah keagamaan, melainkan model peradaban yang tetap relevan sepanjang zaman.

“Ibrahim adalah simbol pemimpin berintegritas yang ucapan dan tindakannya selaras serta rela berkorban demi umat. Ismail melambangkan generasi cerdas dan taat di jalan Allah. Adapun Siti Hajar adalah sosok perempuan tangguh, penyangga peradaban, sekaligus tiang negara,” ujar Saidul Amin.

Ia menegaskan, lahirnya generasi unggul sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan keluarga dan keteladanan orang tua. Karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah.

“Jika ingin memiliki generasi seperti Ismail, orang tua harus menjadi seperti Ibrahim dan Siti Hajar. Karakter anak adalah cerminan dari didikan orang tuanya,” katanya.

Dalam ceramahnya, Saidul Amin juga menyoroti konsep halim yang menurutnya kerap luput dipahami masyarakat. Ia menjelaskan, Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar dikaruniai anak yang saleh. Namun, Al-Qur’an justru memberikan kabar tentang anak yang halim atau penyabar.

“Soleh itu ibarat nasi, hasil akhir atau produk jadi. Sedangkan halim ibarat padi, benih atau proses. Allah memberikan Nabi Ismail sifat halim sebagai bahan baku utama, karena tanpa kesabaran dalam berproses seseorang tidak akan mencapai derajat kesalehan sejati,” ujarnya.

Baca Juga:  Kurban Ramah Keluarga ala PCIM Malaysia, Hadirkan Kids Corner dan Perkuat Solidaritas Diaspora

Menurut dia, kesalehan tidak hadir secara instan, melainkan lahir melalui ujian dan proses panjang yang ditempa dengan kesabaran.

“Kesalehan itu tidak lahir tiba-tiba. Ada proses panjang, ada ujian, dan ada latihan kesabaran. Itulah yang sering dilupakan orang,” tuturnya.

Selain membahas pendidikan karakter, Saidul Amin juga mengulas kedalaman spiritual Nabi Ibrahim ketika menerima perintah Allah melalui mimpi (ar-ru’ya). Kesediaan Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut, kata dia, menunjukkan tingkat keyakinan iman yang sangat tinggi.

“Melaksanakan perintah melalui mimpi membutuhkan haqqul yaqin, kepastian iman yang luar biasa. Nabi Ibrahim adalah pribadi yang sangat peka secara spiritual, mampu membedakan mana mandat langit dan mana sekadar bisikan biasa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia, Fauzi Fatkhur, memaparkan perkembangan organisasi, termasuk hadirnya Rumah HAMKA sebagai sekretariat resmi PCIM Malaysia yang terwujud berkat dukungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia juga menyoroti peran Universiti Muhammadiyah Malaysia dalam memperluas kaderisasi hingga Perlis serta pengembangan PT Suryamu (Suryamu Sdn. Bhd.) di bidang renovasi, perjalanan, dan pendidikan.

“Ke depan, fokus utama kami adalah pembentukan task force pendirian Sekolah Muhammadiyah di Malaysia sebagai bagian dari ikhtiar dakwah dan pendidikan berkelanjutan,” ujar Fauzi.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, turut mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam penguatan pendidikan karakter masyarakat Indonesia di Malaysia. Menurut dia, sinergi pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun generasi Indonesia yang unggul dan berakhlak.

Acara diawali dengan salat Magrib berjamaah dan lantunan takbir, kemudian ditutup dengan salat Isya berjamaah serta ajakan berpartisipasi dalam program kurban tahunan PCIM Malaysia. (*)

Baca Juga:  Mengaspal dengan Dakwah: Tiga Chapter BikersMu Bersatu dalam Touring Ukhuwah ke Leuwiliang

Penulis : Ulin/Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro

1317 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

IMM Tuban dan Lazismu Himpun Rp2,2 Juta untuk Korban Bencana NTT

1 Mins read
SEJUK.ID – Kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tuban melalui aksi penggalangan donasi. Bersama…
BeritaDaerah

BikersMu Surabaya Berkendara, Menyapa Veteran dan Merawat Ingatan Kemerdekaan

2 Mins read
SEJUK.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BikersMu Chapter Surabaya menggelar kegiatan Ride to Humanity and Freedom—Merdeka Ride…
BeritaNasional

Status Darurat Berakhir, EMT Muhammadiyah Sudah Layani 2.222 Penyintas Gempa NTT

2 Mins read
SEJUK.ID – Masa tanggap darurat bencana pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditetapkan selama 14 hari telah berakhir pada 28 Agustus…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *