NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

Usai Kalah dari Malaysia, Tim Sepak Takraw Indonesia Lepas Penat di Warung Soto Lamongan

2 Mins read

SEJUK.ID – Lampu-lampu malam mulai menyala di sudut Kuala Lumpur ketika rombongan tim sepak takraw Indonesia tiba di Warung Soto Lamongan (Wasola), Sabtu (23/5/2026). Beberapa jam sebelumnya, langkah mereka di ajang World Cup 2026 terhenti di babak semifinal setelah takluk dari tuan rumah Malaysia di Stadium Titiwangsa. Namun, malam itu suasana kecewa perlahan mencair bersama hangatnya kuah soto dan obrolan akrab sesama anak bangsa di perantauan.

Wasola bukan sekadar tempat makan biasa. Warung tersebut telah lama menjadi ruang singgah warga Indonesia di Negeri Jiran. Aroma masakan khas Nusantara, sapaan berbahasa Indonesia, serta suasana kekeluargaan menjadikan tempat itu terasa seperti rumah sendiri bagi para perantau.

Kedatangan skuad Merah Putih berlangsung setelah pertandingan semifinal World Cup 2026 yang digelar pada 13–23 Mei 2026 di Kuala Lumpur. Dalam nomor team event, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 2-0. Kekalahan pada dua regu awal membuat laga regu ketiga tidak lagi dimainkan karena Malaysia telah memastikan tiket ke partai final.

Di tengah rasa lelah usai pertandingan yang menguras tenaga dan emosi, para pemain, pelatih, serta ofisial tim memilih berkumpul di Wasola. Wajah-wajah letih perlahan berubah menjadi senyum ketika hidangan soto panas tersaji di meja. Sesekali terdengar tawa kecil di sela obrolan santai para atlet dan pelatih yang mencoba melupakan ketegangan pertandingan.

Bagi mereka, malam itu bukan sekadar makan malam. Wasola menjelma menjadi ruang penghibur yang menghadirkan kembali suasana kampung halaman. Kehangatan sederhana itulah yang membuat suasana terasa lebih ringan setelah perjuangan panjang di lapangan.

“Kalah dan menang itu biasa. Yang penting, kami sudah berjuang maksimal untuk Merah Putih,” ujar Sholikan Abd Halim yang mendampingi rombongan tim sepak takraw Indonesia menuju Wasola.

Baca Juga:  Serikat Usaha Muhammadiyah Kecam Hinaan Miftah terhadap Pelaku UMKM

Ucapan tersebut menjadi penegas bahwa kekalahan bukan akhir dari segalanya. Meski gagal melangkah ke final, perjuangan tim Indonesia tetap layak diapresiasi. Para pemain menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang turnamen dan mampu bersaing di level dunia.

Malam kebersamaan di Wasola juga memperlihatkan bagaimana olahraga mampu mempererat persaudaraan. Para atlet nasional yang biasanya tampil penuh tensi di arena pertandingan, malam itu duduk santai menikmati hidangan bersama keluarga besar Muhammadiyah di Malaysia. Tidak ada lagi sorak penonton ataupun tekanan pertandingan. Yang tersisa hanyalah kehangatan dan rasa syukur atas perjuangan yang telah dilalui bersama.

Indonesia memang belum berhasil membawa pulang gelar juara dunia. Namun, skuad Garuda tetap menorehkan prestasi dengan finis di posisi ketiga bersama Korea Selatan. Dari Kuala Lumpur, mereka pulang bukan hanya membawa medali, melainkan juga cerita tentang perjuangan, persaudaraan, dan kehangatan sederhana yang mengobati luka kekalahan. (*)

Penulis : Ulin/Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro

1317 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

IMM Tuban dan Lazismu Himpun Rp2,2 Juta untuk Korban Bencana NTT

1 Mins read
SEJUK.ID – Kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tuban melalui aksi penggalangan donasi. Bersama…
BeritaDaerah

BikersMu Surabaya Berkendara, Menyapa Veteran dan Merawat Ingatan Kemerdekaan

2 Mins read
SEJUK.ID – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BikersMu Chapter Surabaya menggelar kegiatan Ride to Humanity and Freedom—Merdeka Ride…
BeritaNasional

Status Darurat Berakhir, EMT Muhammadiyah Sudah Layani 2.222 Penyintas Gempa NTT

2 Mins read
SEJUK.ID – Masa tanggap darurat bencana pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditetapkan selama 14 hari telah berakhir pada 28 Agustus…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *