NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

PP KAMMI dan DIGDAYA Indonesia Soroti Tantangan Pendidikan Nasional dalam Refleksi Hardiknas 2026

2 Mins read

SEJUK.ID – PP KAMMI berkolaborasi dengan DIGDAYA Indonesia menggelar diskusi publik bertajuk “Refleksi Hardiknas 2026: Ke Mana Arah Pendidikan Bangsa?” di Tebet, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah, peneliti, dan organisasi kepemudaan untuk membahas tantangan sekaligus arah penguatan pendidikan nasional ke depan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu, Analis Kebijakan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikdasmen RI, Nur Berlian V. Ali; Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Agung Pardini; Sekretaris Jenderal PP KAMMI, Nazmul Watan; serta Kepala Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Arsandi.

Dalam pemaparannya, Nur Berlian mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 3,5 juta anak di Indonesia yang belum mengakses pendidikan formal. Menurutnya, persoalan ekonomi dan tuntutan untuk bekerja menjadi faktor utama yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan.

Karena itu, ia menilai diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak agar anak-anak yang putus sekolah dapat kembali memperoleh akses pendidikan yang layak.

Selain persoalan akses pendidikan, Nur Berlian juga menyoroti pentingnya percepatan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, terutama pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, kondisi fasilitas pendidikan yang belum memadai dapat memengaruhi kualitas proses belajar mengajar.

“Perlu dilakukan percepatan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak, khususnya pada jenjang SD yang tingkat kerusakannya mencapai sekitar 60 persen. Kerusakan ringan seharusnya bisa segera ditangani menggunakan dana BOS sebelum berkembang menjadi kerusakan berat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kemendikdasmen RI saat ini tengah menjalankan program revitalisasi sekolah sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan nasional. Program tersebut menyasar 10.440 satuan pendidikan yang terdiri atas 78 persen sekolah negeri dan 22 persen sekolah swasta.

Baca Juga:  Smart Kids Competition 2026 Ditutup, Menyalakan Semangat Prestasi Anak-anak Lembah Sabil

Fokus revitalisasi diarahkan pada jenjang SD sebanyak 4.053 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp4,89 triliun. Program itu diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung proses pembelajaran.

Sementara itu, Peneliti IDEAS, Agung Pardini, menilai dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia memaparkan berbagai isu strategis, mulai dari learning loss, ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja, hingga ketimpangan akses dan kualitas pendidikan antarwilayah.

Agung juga menyoroti hasil Human Capital Index World Bank tahun 2020 yang menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat Indonesia mencapai 12,4 tahun. Namun, kemampuan kognitif efektif yang dihasilkan baru berada pada angka 7,8 tahun pembelajaran.

“Artinya terdapat sekitar 4,6 tahun waktu belajar yang belum sepenuhnya optimal dalam menghasilkan penguatan kapasitas dan kompetensi peserta didik,” jelasnya.

Menurut Agung, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari lamanya masa sekolah, tetapi juga efektivitas proses pembelajaran dalam membangun kemampuan berpikir, literasi, dan kompetensi siswa.

Ia juga menilai keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri perlu terus diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.

Melalui kolaborasi PP KAMMI dan DIGDAYA Indonesia, diskusi publik tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi pemikiran bagi penguatan kebijakan pendidikan nasional sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan adaptif terhadap tantangan masa depan. (*)

1237 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

Mubaligh Muda Muhammadiyah Brondong Perkuat Sinergi Dakwah Lewat Upgrading di Trawas

2 Mins read
SEJUK.ID – Puluhan mubaligh muda yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong mengikuti kegiatan Upgrading Mubaligh Muda II di Hotel dan…
BeritaDaerah

Ketua MUI Depok Ajak Seluruh Elemen Bersatu Melawan Narkotika

1 Mins read
SEJUK.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sunhaji, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan…
BeritaDaerah

Membawa Lentera Pencerahan dari Trawas, Ikhtiar PCM Brondong Menjaga Nyala Dakwah Berkemajuan

2 Mins read
SEJUK.ID – Di tengah kesejukan pegunungan Trawas, Kabupaten Mojokerto, semangat dakwah kembali dipantik. Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong menggelar Upgrading…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *