SEJUK.ID – Kemampuan literasi dan komunikasi publik dinilai menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan era digital yang kian cepat. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta), Kabupaten Sleman, menggelar Workshop Resensi Buku dan Public Speaking di Meeting Room sekolah, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, Athiful Khoiri, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Athiful menekankan bahwa budaya literasi tidak cukup dibangun melalui kebiasaan membaca semata, melainkan juga kemampuan memahami dan menyampaikan kembali gagasan secara runtut kepada publik.
“Pelajar hari ini perlu memiliki kemampuan membaca yang baik sekaligus keterampilan berbicara yang terarah. Dua hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Pada sesi resensi buku, peserta diperkenalkan pada teknik dasar mengulas buku secara sistematis. Materi yang diberikan meliputi cara memahami isi bacaan, menemukan pesan utama, hingga menyusun ulasan yang singkat, padat, dan menarik. Peserta juga diajak memahami pentingnya membaca secara mendalam agar mampu membangun pandangan dan argumentasi yang kuat.
Menurut Athiful, kegiatan meresensi buku dapat membantu pelajar membangun pola pikir yang runtut dan analitis. Melalui proses tersebut, pelajar tidak hanya membaca, tetapi juga belajar memahami, menilai, dan menyampaikan kembali isi buku dengan bahasa yang baik.
“Melalui resensi, pelajar belajar menyusun cara berpikir yang runtut. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, menilai, lalu menyampaikan kembali isi buku dengan bahasa yang baik,” katanya.
Selain materi literasi, peserta juga memperoleh pembekalan public speaking yang mencakup teknik komunikasi di depan umum, penguasaan vokal, pengelolaan rasa gugup, hingga cara menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens.
Athiful menjelaskan, kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Pelajar, menurut dia, perlu dibiasakan menyampaikan gagasan secara santun, terstruktur, dan bernilai positif.
“Public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan ide dengan jelas dan mampu memberi pengaruh baik kepada orang lain,” ucapnya.
Workshop berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi maupun praktik singkat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IPM Mugadeta dalam menghadirkan ruang pengembangan diri bagi pelajar melalui program edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Melalui workshop tersebut, para peserta diharapkan semakin termotivasi mengembangkan budaya literasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun karakter pelajar yang percaya diri, kritis, dan berkemajuan. (*)


