SEJUK.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Selatan menyelenggarakan Darul Arqam Madya (DAM) Nasional dan Pelatihan Instruktur Madya (PIM) Nasional pada 1–5 April 2026 di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, Kota Palembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat sistem kaderisasi IMM di tingkat nasional.
Kegiatan tersebut mengusung tema Pelatihan Instruktur Madya “Board of Perkaderan: Rekonstruksi Paradigma Instruktur 5.0” serta Darul Arqam Madya “Rekonstruksi Kesadaran Kritis Kader Madya: Ikhtiar IMM Menghadirkan Masyarakat Madani”. Kedua agenda ini diarahkan untuk membentuk kader yang adaptif, kritis, dan memiliki daya saing.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Lampung, Banten, dan Gorontalo. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya antusiasme kader IMM dalam mengikuti proses perkaderan tingkat lanjut.
Ketua Pelaksana, M. Nur Fadillah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara berkat dukungan berbagai pihak. Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar hingga selesai.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Kami berharap kegiatan lima hari ini dapat berjalan optimal tanpa kendala,” ujar Fadillah.
Ketua Umum DPD IMM Sumatera Selatan, M. Wahyu Nugroho, mengapresiasi semangat kader yang datang dari berbagai daerah. Menurut dia, jenjang kaderisasi di IMM merupakan sarana penting dalam membentuk kapasitas serta kepemimpinan kader.
“Saya mengapresiasi seluruh kader IMM, khususnya yang datang dari luar daerah, atas tekadnya mengikuti proses perkaderan ini,” kata Wahyu.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, Dr. Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa proses kaderisasi harus dilalui secara bertahap. Hal itu menjadi fondasi dalam membangun karakter dan kemampuan organisasi.
“Perkaderan harus dijalani secara berjenjang. Tidak mungkin seseorang berada di tingkat atas tanpa melalui proses dari bawah,” ujarnya.
Sementara itu, peserta DAM asal Gorontalo, Yunus Pasau, menilai bahwa Darul Arqam Madya Nasional bukan sekadar proses kenaikan tingkat. Menurut dia, forum ini menjadi ruang untuk menumbuhkan cara berpikir yang lebih matang dan multidisipliner.
“DAM Nasional ini bukan hanya tentang jenjang, tetapi bagaimana kader mampu berpikir lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Yunus.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, anggota DPRD Kota Palembang, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sumatera Selatan, organisasi otonom tingkat wilayah, perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah di Palembang, Forum Alumni IMM Sumatera Selatan, serta pimpinan cabang IMM se-Sumatera Selatan. (*)


