Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah (UM) Bima Angkatan IV Posko 30 Kelurahan Rite, Kota Bima, berhasil hadirkan solusi dan atasi keterbatasan air bersih. Mereka menciptakan alat filterisasi yang mampu mengubah air keruh menjadi jernih dan layak pakai.
Peresmian penggunaan alat tersebut disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat. Warga berbondong-bondong hadir menyaksikan demonstrasi penyaringan. Air yang semula keruh berubah jernih di hadapan mereka.
Ketua Posko KKN, Muhammad Ardhi Febriyan, mengatakan inovasi ini lahir dari semangat pengabdian mahasiswa. “Kami berusaha menghadirkan solusi sederhana namun tepat guna. Harapannya, teknologi ini bisa bermanfaat dan tetap digunakan warga meski KKN telah berakhir,” ujarnya.
Selain membuat alat, mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada warga tentang cara penggunaan dan perawatannya agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang.
Apresiasi datang dari Ketua LPM Kelurahan Rite, M. Jaini, S.Sos, yang menilai inovasi mahasiswa membawa dampak nyata. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN UM Bima Angkatan IV. Semoga alat ini bermanfaat dan bisa dikembangkan lebih lanjut,” katanya.
Hal serupa disampaikan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, Asryadin, S.ST., SKM., M.Si., yang menyebut inovasi ini sejalan dengan visi riset daerah. “Mahasiswa telah menghadirkan solusi konkret lewat teknologi tepat guna. Ke depan, BRIDA siap mendorong pengembangannya agar bisa diterapkan lebih luas,” jelasnya.
Warga Kelurahan Rite pun mengaku terbantu melalu program mahasiswa KKN UM Bima. “Alhamdulillah, semoga dengan alat ini kami lebih mudah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah seorang warga.
Program KKN Tematik UM Bima Angkatan IV tidak hanya memberikan pengalaman pengabdian bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan warisan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.


