SEJUK.ID – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka peluang kolaborasi dengan gerakan mahasiswa untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang terkendala melanjutkan sekolah. Salah satu upaya yang didorong ialah pengembangan Rumah Belajar PENAMU yang digagas Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bojonegoro.
Dukungan tersebut mengemuka saat Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menerima kunjungan silaturahmi jajaran PC IMM Bojonegoro di Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (13/10/2026).
Ketua Umum PC IMM Bojonegoro Iqbal Arfani mengatakan, gerakan mahasiswa perlu diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurut dia, peran mahasiswa tidak terbatas pada menyuarakan aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan pendidikan di daerah.
Iqbal menjelaskan, gerakan PC IMM Bojonegoro berlandaskan Trikoda IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Ketiga nilai tersebut diterjemahkan melalui berbagai program yang menyasar kebutuhan masyarakat.
“Pilar religiusitas kami wujudkan melalui penguatan korps dai, sedangkan pilar intelektualitas berfokus pada pengembangan riset dan kajian ilmiah. Untuk humanitas, kami menghadirkan aksi sosial melalui inovasi program bernama Rumah Belajar PENAMU,” ujar Iqbal.
Rumah Belajar PENAMU dirancang untuk mendampingi perkembangan dan meningkatkan kualitas belajar anak-anak, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Program ini mencakup bimbingan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), pendampingan pengerjaan tugas sekolah, penguatan materi pelajaran, hingga bimbingan mengaji.
Selain mendampingi anak-anak yang masih bersekolah, PENAMU memberikan perhatian khusus kepada anak tidak sekolah (ATS), termasuk anak-anak yang terputus akses pendidikannya di Bojonegoro.
Ketua Manajerial PENAMU Sabrina Putri Azzahra mengatakan, rumah belajar tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak yang tidak bersekolah agar mereka memiliki kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan formal.
“Kami tidak hanya mendampingi anak-anak dalam baca-tulis-hitung, tetapi juga membekali mereka dengan berbagai pelatihan keterampilan, seperti merangkai buket, mengolah limbah menjadi produk bernilai jual, serta mengenalkan permainan tradisional,” kata Sabrina.
Menurut Sabrina, pelatihan keterampilan dan permainan edukatif tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan dasar sekaligus menumbuhkan kemandirian anak. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, mereka diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan kembali bersemangat melanjutkan pendidikan formal.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi inisiatif PC IMM Bojonegoro tersebut. Pemerintah kabupaten, kata dia, siap mendukung keberlanjutan program sekaligus memperluas jangkauannya hingga ke desa-desa.
“Pemerintah daerah siap berkolaborasi, salah satunya dengan menyiapkan beasiswa khusus bagi peserta didik di PENAMU. Khusus anak-anak ATS yang dibina, kami akan memfasilitasi agar mereka dapat kembali melanjutkan sekolah di sekolah negeri secara gratis,” ujar Setyo Wahono.
Selain dukungan beasiswa, Setyo Wahono meminta pengelola PENAMU memasukkan materi literasi dan edukasi digital ke dalam pembelajaran. Bekal tersebut dinilai penting agar anak-anak dapat memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif sejak dini.
Kolaborasi pemerintah daerah dan gerakan mahasiswa ini diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang menghadapi hambatan pendidikan. Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya diukur dari kegiatan pendampingan yang terlaksana, tetapi juga dari semakin terbukanya jalan bagi anak-anak tidak sekolah untuk kembali mengakses pendidikan formal. (*)
Penulis : Sabrina Putri Azzahra | Editor : Fathan Faris Saputro


