SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya menggelar kopi darat (kopdar) bulanan di Ruang Serbaguna PT Mudalaya Energy Indonesia. Pertemuan ini dihadiri jajaran pengurus inti untuk merumuskan langkah strategis organisasi dalam menghadapi agenda kerja tahun 2026. Suasana berlangsung hangat, produktif, dan sarat semangat kolaborasi.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB itu dipandu Roby dalam forum Musyawarah Kerja SUMU Bogor Raya. Ia menekankan pentingnya sinergi antaranggota sebagai fondasi penguatan organisasi. “Kolaborasi antar pengusaha Muhammadiyah menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi umat,” ujarnya. Ia berharap forum rutin tersebut mampu mempercepat implementasi program yang berdampak nyata bagi anggota dan masyarakat.
Estafet Semangat dari Kopdar Nasional
Salah satu agenda utama adalah penyampaian hasil Kopdar Nasional SUMU di Yogyakarta. Materi disampaikan Koordinator Daerah SUMU Bogor Raya, Anang Yudi Riswanto. Ia memaparkan arah kebijakan pusat serta peluang bisnis yang relevan bagi pengusaha lokal. Menurut dia, hasil forum nasional harus diterjemahkan menjadi gerakan konkret di daerah.
Anang menjelaskan, SUMU merupakan implementasi pilar ketiga Muhammadiyah di bidang ekonomi. Setelah berkiprah kuat dalam pendidikan, dakwah, dan sosial, Muhammadiyah kini meneguhkan kemandirian ekonomi umat melalui penguatan sektor usaha. Ia menambahkan, tujuan utama organisasi adalah melahirkan pengusaha muslim yang maju sekaligus berkemajuan, sejalan dengan misi pemberdayaan ekonomi berbasis nilai Islam.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengusaha tidak semata diukur dari omzet dan aset. “Ukuran keberhasilan pengusaha muslim adalah seberapa besar manfaat zakat, infak, dan wakaf yang dihasilkan untuk umat,” kata Anang. Ia juga mengajak anggota meneladani semangat KH Ahmad Dahlan dalam berderma, sehingga orientasi usaha tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga keberkahan dunia dan akhirat.
Penyusunan Program dan Rencana Aksi
Memasuki sesi inti, para ketua bidang mempresentasikan rancangan program kerja masing-masing. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan strategis dari peserta. Setiap bidang didorong menyusun program yang terukur, aplikatif, dan selaras dengan arah organisasi. Forum ini sekaligus menjadi ruang evaluasi dan penyelarasan langkah kerja.
Roby kemudian memimpin sesi perumusan rencana aksi untuk periode Februari hingga awal Maret 2026. Fokus pembahasan diarahkan pada langkah konkret yang dapat segera dieksekusi. Sejumlah prioritas ditetapkan, antara lain pembukaan rekening organisasi dan sosialisasi infak anggota. Selain itu, Bidang IT menargetkan peluncuran laman resmi bogor.sumu.or.id dalam waktu dekat.
Di bidang pengembangan, koperasi dijadwalkan mematangkan AD/ART pada Februari dan mengurus legalitas pada Maret. Bidang Penelitian dan Pengembangan menargetkan tindak lanjut terhadap 85 persen anggota, termasuk pendalaman profil usaha. Sementara itu, Bidang Pendidikan dan Pelatihan akan memulai webinar bulanan dengan target minimal 200 peserta serta menyiapkan seminar hibrida pada April 2026.
Sekretaris Umum juga merancang penguatan kelembagaan melalui penetapan lokasi kantor di Jalan Swadaya, Sukaraja. Selain itu, akan dilakukan audiensi dengan perguruan tinggi Muhammadiyah, pimpinan daerah, dan instansi terkait. Bidang Organisasi dan Keanggotaan menyiapkan sosialisasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah. Kopdar berikutnya dijadwalkan berlangsung pada awal Maret 2026 dengan opsi kegiatan buka puasa bersama.
Kegiatan ditutup dengan sesi istirahat, salat, dan makan pada pukul 12.00 WIB sebagai ajang mempererat silaturahmi antarpengurus. Interaksi informal dimanfaatkan untuk membangun kedekatan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Melalui pertemuan ini, SUMU Bogor Raya optimistis menatap 2026 dengan program yang lebih terarah, produktif, dan kolaboratif. (*)


