SEJUK.ID – Dunia belajar siswa di SD Muhammadiyah 18 (M18) Surabaya kini semakin berwarna dengan hadirnya kegiatan ekstrakurikuler robotik. Sejak pertama kali diperkenalkan, kegiatan ini langsung menarik minat banyak siswa. Bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena pengalaman belajar yang ditawarkan berbeda dari aktivitas sekolah pada umumnya.
Di ruang kelas khusus, siswa tampak duduk berkelompok mengelilingi meja yang dipenuhi kabel, sensor, dan komponen robot. Wajah mereka terlihat penuh semangat, rasa ingin tahu begitu jelas terpancar, seakan-akan setiap baut kecil dan rangkaian listrik adalah misteri yang menunggu untuk dipecahkan. Suasana belajar yang menyenangkan ini membuat kegiatan terasa seperti permainan seru, padahal sejatinya mereka sedang melatih logika berpikir, kerja sama tim, dan pemahaman teknologi.
Kegiatan robotik ini dibimbing langsung oleh instruktur profesional dari lembaga mitra sekolah. Anak-anak diajak memahami langkah demi langkah, mulai dari merakit bagian robot, menyusun rangkaian sederhana, hingga memprogram perintah agar robot dapat bergerak. Saat robot hasil karya mereka akhirnya bisa berjalan atau mengikuti perintah, rasa bangga dan puas jelas terlihat di wajah para siswa.
Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Achmad Barizi, menjelaskan bahwa lahirnya ekstrakurikuler robotik merupakan upaya sekolah dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Harapannya, siswa terbiasa dengan dunia inovasi sejak dini sehingga mereka tumbuh menjadi generasi kreatif, inovatif, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya pada Ahad (24/8/2025).
Manfaat dari kegiatan ini sangat luas. Siswa belajar berpikir logis, berani mencoba ide baru, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri ketika berhasil menyelesaikan proyek. Lebih dari itu, robotik juga menumbuhkan minat terhadap sains dan teknologi, bidang yang sangat penting di era digital saat ini.
Ekstrakurikuler robotik di SD M18 menekankan praktik dibandingkan teori. Anak-anak diberi ruang untuk bereksperimen, memodifikasi, bahkan merancang robot sesuai ide mereka sendiri. Dari sinilah kreativitas lahir, sebab imajinasi mereka tidak dibatasi.
Melalui pengalaman langsung ini, siswa tidak hanya sekadar bermain dengan robot, tetapi juga sedang membangun fondasi keterampilan abad ke-21, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, dan penguasaan teknologi. Semua keterampilan tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka kelak menghadapi dunia kerja dan kehidupan global yang serba digital.
Ekstrakurikuler robotik di SD Muhammadiyah 18 Surabaya pada akhirnya menjadi jendela masa depan. Dari ruang sederhana di sekolah dasar ini, lahir anak-anak yang berani unggul, santun, dan siap meraih prestasi. (*)
Penulis Mochamad Rafiansyach Hartono. Editor Fathan Faris Saputro.


