SEJUK.ID – Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 di Kota Bandar Lampung resmi menetapkan kepengurusan baru Pimpinan Wilayah (PW) IPM Lampung periode 2026–2028. Dalam forum tersebut, Agustiar Rinaldi Al-Qaida terpilih sebagai Ketua Umum, didampingi Yogi Daumar Jaya sebagai Sekretaris Umum dan Siti Khomsatun sebagai Bendahara Umum.
Terpilihnya Agustiar merupakan hasil proses musyawarah demokratis yang melibatkan 13 formatur terpilih dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Berikut daftar formatur terpilih beserta perolehan suara:
- Agustiar Rinaldi Al-Qaida (231 suara)
- Siti Khomsatun (228 suara)
- M. Arju Royan (208 suara)
- Adi Julis Nain Rais (189 suara)
- Irsyadu Ibad Salam Alfiron (176 suara)
- Yogi Daumar Jaya (169 suara)
- Salman Amar Raif (167 suara)
- Daffa Hani Syahirah (162 suara)
- Umi Hamidah (156 suara)
- Rifky Ferdiansyah (144 suara)
- Kens Geo Danuarta (142 suara)
- Fitra Yoga (125 suara)
- Fahrian Akbar Hidayah (117 suara)
Kepemimpinan baru ini menandai babak baru perjalanan IPM Lampung dalam memperkuat peran gerakan pelajar Muhammadiyah di tingkat regional. Dengan komposisi formatur yang merepresentasikan berbagai daerah di Lampung, kepengurusan periode 2026–2028 diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, inovatif, serta responsif terhadap tantangan dan kebutuhan pelajar masa kini.
Selain menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, Musywil XXIII juga menjadi ruang konsolidasi gagasan dan kaderisasi kepemimpinan. Melalui proses yang berlangsung secara demokratis, IPM Lampung menegaskan komitmennya untuk terus membangun gerakan pelajar yang progresif, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan serta pengembangan generasi muda di Provinsi Lampung.
Musywil yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan IPM Lampung. Hasil musyawarah ini diharapkan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya program-program yang berdampak serta memperkuat eksistensi IPM sebagai organisasi pelajar yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Muhammadiyah. (*)


