SEJUK.ID – Musyawarah Daerah (Musyda) XII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung Timur menjadi momentum evaluasi sekaligus penataan arah gerakan organisasi untuk dua tahun ke depan. Kegiatan yang mengusung tema “Satukan Langkah, Wujudkan Era Baru IPM Lampung Timur” itu berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Marga Tiga, Jumat–Ahad (25–27/9/2026).
Musyda XII diikuti 187 peserta. Sebanyak 173 peserta berasal dari unsur Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Ranting (PR) IPM se-Kabupaten Lampung Timur, sedangkan 14 peserta lainnya merupakan unsur Pimpinan Daerah (PD) IPM Lampung Timur.
Musyda merupakan forum permusyawaratan tertinggi IPM di tingkat daerah. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi kinerja PD IPM Lampung Timur selama satu periode, menyampaikan laporan pertanggungjawaban, merumuskan gagasan dan program kerja, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2028.
Musyda XII juga menjadi bagian dari proses regenerasi dan estafet kepemimpinan IPM Lampung Timur. Selain memilih formatur, forum tersebut diharapkan dapat melahirkan gagasan dan semangat baru untuk memperkuat gerakan pelajar Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
Ketua Umum PD IPM Lampung Timur periode 2024–2026, Hadri Manjaya Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan organisasi selama masa kepemimpinannya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan PD IPM Lampung Timur selama masa kepemimpinan periode 2024–2026,” ujar Hadri.
Ia berharap seluruh peserta dapat memaknai Musyda sebagai proses bersama untuk menentukan arah gerakan IPM, bukan sekadar momentum untuk menentukan siapa yang terpilih dan siapa yang tidak.
“Saya berharap seluruh peserta dapat memaknai Musyda sebagai proses bersama untuk menentukan arah gerakan IPM ke depan, bukan sekadar melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kita harus memperlihatkan bahwa IPM tetap terus berkarya. Jangan sampai kita diam, jangan sampai kita pasif, tetapi kita harus masif dan terus melangkah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Timur, K.H. M. Dimayati, S.Pd., berharap kader IPM mampu mengambil peran strategis dalam keberlangsungan gerakan Muhammadiyah.
Menurut dia, kader IPM perlu terus meningkatkan kapasitas intelektual sekaligus mempersiapkan diri menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.
“IPM tidak hanya sekadar Musyda untuk memilih pimpinan, tetapi bagaimana membuat program yang bisa dilaksanakan sesuai dengan zaman. IPM harus bisa menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah serta terus meningkatkan kapasitas intelektual,” ujarnya.
Sembilan Formatur Terpilih
Dalam pemilihan formatur, Musyda XII IPM Lampung Timur menetapkan sembilan nama dengan perolehan suara terbanyak. Yahya Saputra memperoleh suara tertinggi dengan 166 suara.
Berikut sembilan formatur terpilih:
- Yahya Saputra — 166 suara
- Priska Apriliyanti — 147 suara
- Anastasya Dwi Pinasti — 143 suara
- Hikmatu Mahfudhoh — 129 suara
- Latifah — 114 suara
- Fahri Duta Pratama — 103 suara
- M. Haris Zaidan — 101 suara
- Rizky Nur Novansyah — 99 suara
- Marfiria Pratiwi — 62 suara
Sembilan formatur tersebut kemudian mengikuti rapat formatur untuk menentukan kepemimpinan PD IPM Lampung Timur periode 2026–2028. Berdasarkan hasil musyawarah formatur, Yahya Saputra dipercaya menjadi Ketua Umum PD IPM Lampung Timur periode 2026–2028.
Dalam sambutannya, Yahya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengajak seluruh kader dan jajaran pimpinan untuk bersama-sama menjalankan amanah organisasi melalui kolaborasi dan kerja bersama.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh kader yang telah memberikan amanah dan kepercayaan. Ini menjadi suatu penghormatan bagi saya kepada teman-teman semua yang sudah memberikan amanah ini kepada saya. Tentu amanah ini bukanlah amanah yang ringan. Ini menjadi amanah yang berat bagi saya,” ujar Yahya.
Ia menegaskan, kepemimpinan IPM tidak dapat dijalankan seorang diri. Karena itu, ia mengajak seluruh kader di berbagai tingkatan untuk saling mendukung dan membangun rasa kebersamaan.
“Mari sama-sama kita pikul, sama-sama kita jalankan amanah IPM ini bersama-sama. Jangan pernah merasa sendirian, jangan pernah merasa di cabang tidak ada orang yang membantu. Kita di sini adalah keluarga dan saudara,” katanya.
Yahya juga berharap jajaran pimpinan baru dapat membangun pola kerja yang kolaboratif dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
“Saya berharap kepada pimpinan yang terbaru pada periode ini kita bisa bekerja sama dengan baik, saling berkolaborasi, membangun sinergi yang berkemajuan. Karena pada dasarnya untuk menggerakkan suatu organisasi membutuhkan dorongan dan bantuan dari banyak pihak,” lanjutnya.
Musyda XII IPM Lampung Timur turut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Lampung Timur, PDM Lampung Timur, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Dinas Pariwisata dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perlindungan Anak, Kantor Kementerian Agama, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Kabupaten Lampung Timur, Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur Muhammadiyah dan tamu undangan lainnya.
Melalui kepemimpinan baru periode 2026–2028, IPM Lampung Timur diharapkan mampu meneruskan estafet gerakan dengan semangat kolaborasi, memperkuat kapasitas kader, dan menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan pelajar serta perkembangan zaman. (*)
Penulis : Aulia Rahma | Editor : Fathan Faris Saputro


