SEJUK.ID – Praktik dan evaluasi pembelajaran di SMA Muhammadiyah 4 Depok menemukan bentuk paling dinamis melalui gelaran Masterpiece Exhibition yang berlangsung pada 5 dan 7 Februari 2026. Pameran ini menjadi puncak proses evaluasi kolaboratif lintas disiplin ilmu, meliputi kluster IPA dan IPS, Bahasa–Seni–Olahraga, hingga ISMUBA.
Masterpiece Exhibition dirancang sebagai ruang pembelajaran autentik yang mengintegrasikan empat kompetensi utama peserta didik, yakni kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemampuan mengonversi konsep teoretis menjadi karya nyata. Seluruh tahapan persiapan kegiatan disusun menyerupai proyek riil guna melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa.
Dalam pembukaan acara puncak pada 7 Februari 2026, Kepala SMA Muhammadiyah 4 Depok, Hariyanto Sutan Kamil, M.Pd., M.Hum., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai stimulus agar peserta didik tidak hanya berpikir dalam konteks lokal, tetapi juga memiliki perspektif global.
“Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berani mengekspresikan gagasan dan melihat peluang masa depan secara lebih luas,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pameran karya, Masterpiece Exhibition berfungsi sebagai alat ukur komprehensif terhadap penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa. Kegiatan ini juga menjadi wahana strategis untuk mengembangkan kemampuan mencipta, melatih keterampilan presentasi, menanamkan tanggung jawab dan manajemen waktu, serta membangun kepercayaan diri berbicara di depan publik.
Rangkaian kegiatan terbagi dalam dua tahap utama. Pada 5 Februari 2026, lingkungan sekolah disulap menjadi galeri hidup yang menampilkan stan-stan pameran dari setiap kelas. Setiap stan menjadi ruang presentasi interaktif, tempat siswa menjelaskan konsep, proses, dan nilai dari karya yang dihasilkan.
Puncak acara pada 7 Februari 2026 diisi dengan beragam penampilan di atas panggung. Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Sugiarti, M.Pd., selaku Pengawas Pembina KDC II. Ia menilai SMA Muhammadiyah 4 Depok telah membekali peserta didik dengan keseimbangan antara keterampilan teknis dan nonteknis.
“Di sekolah ini, siswa dibekali hard skill dan soft skill, sehingga mereka dapat menatap dan menjemput masa depan dengan lebih baik,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Ranting Muhammadiyah Parungbingung, Solihin, yang turut menyaksikan pameran. Ia optimistis karya-karya yang dipamerkan merupakan fondasi bagi prestasi besar di masa mendatang.
“Karya miniatur yang ditampilkan hari ini, insya Allah akan berkembang menjadi karya nyata dan luar biasa dari alumni SMA Muhammadiyah 4 Depok di masa depan,” katanya.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat jejaring antarlembaga pendidikan. Sejumlah sekolah undangan hadir untuk menyaksikan langsung karya para siswa, di antaranya SMP Muhammadiyah 4 Depok, SMP Muhammadiyah Cipayung, SMP Muhammadiyah 2 Depok, SMP Muhammadiyah 29 Depok, dan SMP Muhammadiyah 19 Depok. Kehadiran mereka diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi dan semangat kolaborasi yang lebih luas.
Dengan demikian, Masterpiece Exhibition menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kreatif, terampil, serta percaya diri dalam mengekspresikan gagasan dan karya. (*)


