SEJUK.ID – Kelompok Kerja Guru (KKG) kelas V dan VI Kecamatan Balen menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan atas prakarsa Koordinator KKG Kecamatan Balen bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Balen dan berlangsung di MI Islamiyah Bulaklo, Kabupaten Bojonegoro. Bimtek dilaksanakan pukul 08.00–13.00 WIB dalam suasana tertib, interaktif, dan penuh antusiasme.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas guru kelas V dan VI se-Kecamatan Balen, Koordinator KKG Kecamatan Balen, serta delegasi pengurus KKM Kecamatan Balen yang bertindak sebagai pendamping. Turut hadir Pengawas Madrasah Kecamatan Balen sebagai pemateri utama. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan guru mengenai pendekatan pendidikan yang menekankan nilai kemanusiaan dan kasih sayang dalam proses pembelajaran.
Dalam sambutan pembukaan, Wakil Ketua KKM Kecamatan Balen, Suprapto, menegaskan posisi Kurikulum Berbasis Cinta dalam sistem pendidikan nasional. Ia menjelaskan bahwa KBC bukan kurikulum resmi negara dan tidak dimaksudkan menggantikan maupun menyempurnakan Kurikulum Merdeka secara struktural. Menurut dia, KBC lebih tepat dipahami sebagai pendekatan nilai dan metode mengajar yang menekankan relasi humanis, empati, serta kasih sayang antara guru dan peserta didik. Dengan demikian, KBC dapat menjadi penguat praktik Kurikulum Merdeka secara filosofis, khususnya dalam membangun karakter dan iklim pembelajaran bermakna.
Materi inti disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Balen, Hj. Umi Ulfa. Ia memaparkan konsep Pola 5-5-5 dalam Kurikulum Berbasis Cinta, yakni pendekatan pendidikan humanis yang dikembangkan Kementerian Agama dengan menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama pendidikan guna membentuk insan paripurna.
Ia menjelaskan, Pola 5-5-5 mencakup lima tujuan utama pendidikan: membentuk peserta didik yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan penuh cinta. Kelima tujuan tersebut diharapkan menumbuhkan karakter peserta didik yang seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
Selain itu, KBC berlandaskan konsep Lima Panca Cinta sebagai kompas nilai pendidikan, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai ini menjadi dasar internalisasi karakter dalam setiap aktivitas pembelajaran di madrasah.
KBC juga menekankan penciptaan Lima Lingkungan Belajar ideal, meliputi lingkungan aman (bebas perundungan), nyaman, ramah anak, menyenangkan, dan sejahtera. Lingkungan semacam ini diyakini mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal sekaligus menciptakan suasana belajar yang positif dan berkeadaban.
Secara terpisah, Ketua KKM Kecamatan Balen, H. Jamaluddin, menyampaikan bahwa melalui bimtek ini para guru diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran sehari-hari. “Madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang humanis dan penuh kasih sayang,” ujarnya. (*)
Penulis Suprapto. Editor Fathan Faris Saputro.


