SEJUK.ID – Masa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Paciran Tahun Akademik 2025/2026 resmi berakhir. Penutupan kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan di Aula Panti Asuhan Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Ahad (8/2/2026).
Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) menjadi salah satu dari enam lembaga pendidikan Muhammadiyah yang dipercaya sebagai mitra tempat mahasiswa mengaplikasikan ilmu keguruan selama satu bulan terakhir.
Kepala MI MULA, Ma’in, S.HI., yang hadir mewakili lembaga mitra PPL, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sivitas akademika STAIM Paciran atas kepercayaan yang diberikan. Menurut dia, kehadiran mahasiswa PPL memberikan warna baru sekaligus kontribusi positif bagi dinamika pembelajaran di sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada STAIM Paciran atas kepercayaan yang luar biasa kepada lembaga kami sebagai tempat pelaksanaan PPL selama satu bulan,” ujar Ma’in.
Ia melaporkan kepada para dosen pembimbing bahwa mahasiswa PPL di MI MULA tidak hanya melaksanakan tugas mengajar sesuai bidang Pendidikan Agama Islam, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan sekolah. Mahasiswa turut membimbing pidato Bahasa Arab, tahfiz Al-Qur’an, serta menjadi pemateri dalam pelatihan promosi sekolah berbasis digital dan televisi.
“Kami sampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membimbing secara intensif pidato Bahasa Arab, tahfiz, serta jurnalistik bagi guru dan wali murid,” kata Ma’in.
Ma’in berharap masa PPL dapat menjadi wahana pembentukan karakter dan penggalian potensi diri mahasiswa sebelum terjun sepenuhnya ke dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan profesionalisme dalam menjalani peran sebagai pendidik.
“Semoga pengalaman di lembaga kami menjadi modal berharga untuk dikontribusikan kepada siswa. Kami berharap mereka siap menjadi guru yang profesional dan teladan setelah resmi menyandang gelar sarjana strata satu,” ujarnya.
Menjelang akhir sambutannya, Ma’in juga berbagi pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan di STAIM Paciran sekitar 19 tahun lalu. Kisah tersebut disampaikan sebagai motivasi agar mahasiswa tetap percaya diri, terus mengasah kemampuan, dan berani berkarya nyata di dunia pendidikan maupun masyarakat.
Penutupan PPL ini menandai berakhirnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar Muhammadiyah dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan. (*)
Penulis Amira. Editor Fathan Faris Saputro.


