SEJUK.ID – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka menggelar gelar wicara bertajuk “Daya Saing Lulusan PBSI di Ranah Publik”, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Laboratorium Seni FKIP Uhamka ini menghadirkan dua alumnus PBSI sebagai narasumber, yakni Sarah Ashofiyah, pewara profesional, dan Lilif Alifudin Al Imroni, pendidik di SMP Muhammadiyah 4 Jakarta.
Gelar wicara berlangsung interaktif dan dipandu oleh moderator Rollin Sugiarto, alumnus PBSI FKIP Uhamka yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IKABSI periode 2026–2030. Kegiatan ini diikuti mahasiswa serta alumni PBSI FKIP Uhamka yang hadir dalam rangkaian acara buka puasa bersama dan Silaturahim Akbar.
Dalam kesempatan tersebut, Sarah Ashofiyah berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di PBSI FKIP Uhamka. Menurutnya, masa perkuliahan di kampus tersebut memberikan banyak pengalaman yang membentuk kapasitas dirinya hingga saat ini.
Ia menuturkan bahwa berbagai aktivitas di lingkungan kampus turut meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas jejaring. “Mengikuti UKM dan organisasi membuat saya mendapatkan lebih banyak relasi serta membuka berbagai kesempatan,” ungkap Sarah.
Sarah juga menilai dosen-dosen di Program Studi PBSI sangat suportif dalam mengembangkan potensi mahasiswa. “Ketika kita ingin berkembang dan berkompetisi, dosen-dosen PBSI selalu memfasilitasi. Setiap pencapaian mahasiswa pun selalu mendapat apresiasi,” ujarnya.
Ia berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Menurutnya, peluang yang datang tidak boleh disia-siakan.
Selain itu, Sarah mengungkapkan bahwa dirinya memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun personal branding di ruang publik. “Saat awal menjadi pewara, saya rutin mengunggah konten dan menandai vendor yang terlibat dalam acara. Cara itu ternyata efektif untuk memperluas peluang,” katanya.
Sementara itu, Lilif Alifudin Al Imroni menceritakan perjalanan kariernya sejak masih berstatus mahasiswa. Ia mengaku telah mendapatkan tawaran mengajar sebelum resmi menyelesaikan studinya.
“Beberapa bulan setelah lulus, saya dipercaya menjadi wakil kepala sekolah,” ungkap Lilif yang disambut tepuk tangan para peserta.
Lilif juga mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa minder menjadi bagian dari PBSI FKIP Uhamka. Menurutnya, lulusan PBSI memiliki peluang besar untuk berperan di berbagai bidang.
“Lulusan PBSI selalu bisa memegang peranan penting, baik di sekolah maupun di berbagai lembaga lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. “Perbanyak silaturahmi, karena dengan bertemu banyak orang, kita juga akan bertemu dengan banyak peluang,” tutur Lilif.
Kegiatan gelar wicara tersebut dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus IKABSI periode 2026–2030, kultum oleh Rezki Romadhan, buka puasa bersama, serta sesi ramah tamah yang semakin mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan alumni PBSI FKIP Uhamka. (*)


