SEJUK.ID – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong mahasiswa dan sejumlah organisasi serta komunitas di Sumatera Selatan bergerak bersama. Selama tiga hari, Jumat–Minggu, 21–23 Agustus 2026, mereka menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan di sejumlah titik di Kota Palembang.
Aksi tersebut berlangsung di Lampu Merah Simpang Cheritas dan Lampu Merah Simpang Polda Sumsel. Mahasiswa dan relawan turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat turut membantu warga NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
Gerakan kemanusiaan itu melibatkan 13 organisasi dan komunitas mahasiswa, yakni FORNUSA, LDK Karisma, Seni Budaya Islam UNSRI, PAKIES, LDK Al-Qarib UBD Palembang, Baik Berisik Palembang, Relawan Aksi Sumsel, DPM FAI UMPalembang, IRMA Palembang, LDK Ar-Risalah PGRI, LDK Al-Azzam, BEM FAI UMPalembang, serta IRMA Syababul Himmah.
DPM FAI UMPalembang turut terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan itu dipimpin Ramadon, Ketua DPM FAI UMPalembang yang merupakan mahasiswa semester VII Program Studi Ekonomi Syariah, bersama Ahmad Savarudyn, Wakil Ketua Umum DPM FAI UMPalembang yang juga mahasiswa semester VII Program Studi Ekonomi Syariah.
Keduanya merupakan kader PK IMM FAI UMPalembang. Mereka turut menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi kemanusiaan tersebut.
Ramadon mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab di ruang akademik dan organisasi, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sekecil apa pun tetap memiliki arti bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Ramadon.
Menurut Ramadon, kolaborasi antarmahasiswa dan organisasi menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan gerakan sosial yang lebih luas. Perbedaan organisasi dan latar belakang, kata dia, tidak semestinya menjadi penghalang untuk bersama-sama melakukan kebaikan.
Kegiatan tersebut dikoordinasikan Irawan selaku Ketua Umum AKSI. Ia mengatakan, penggalangan dana merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat Sumatera Selatan terhadap warga terdampak bencana di NTT.
“Kami ingin aksi ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas. Tidak melihat organisasi apa, berasal dari kampus mana, ataupun dari latar belakang apa. Ketika berbicara tentang kemanusiaan, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu saudara kita yang sedang membutuhkan,” kata Irawan.
Selama tiga hari, mahasiswa dan relawan menggalang kepedulian masyarakat secara langsung. Donasi yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga NTT sekaligus menjadi wujud solidaritas masyarakat Sumatera Selatan terhadap sesama.
Aksi tersebut juga memperlihatkan bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang akademik dan organisasi. Kepedulian itu dapat diwujudkan melalui pengabdian dan keterlibatan dalam persoalan sosial.
Kolaborasi lintas organisasi menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang dan almamater bukan penghalang untuk menghadirkan kebermanfaatan. Justru, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan ketika disatukan oleh tujuan kemanusiaan.
Lebih dari sekadar penggalangan dana, kegiatan ini diharapkan menjadi awal bagi terbangunnya sinergi yang lebih kuat antarmahasiswa dan organisasi di Sumatera Selatan. Kolaborasi tersebut diharapkan berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan gerakan positif lainnya.
Dari Palembang untuk NTT, aksi itu menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ketika dilakukan bersama-sama, kontribusi kecil dapat menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang sedang menghadapi musibah.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa menunjukkan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat bukan hanya sebagai insan akademis. Mereka juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir, peduli, dan memberikan manfaat bagi sesama. (*)


