SEJUK.ID – Perjalanan sejauh ratusan kilometer tak sekadar menjadi ajang menaklukkan jalan raya. Bagi Komunitas Dakwah Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Sragen, touring selama tiga hari justru menjadi ruang memperkuat dakwah, mempererat silaturahmi, sekaligus belajar membangun kemandirian ekonomi Persyarikatan.
Kegiatan bertajuk Touring Dakwah Seribu Masjid itu berlangsung pada Jumat (3/7) hingga Ahad (5/7) dan diikuti 43 peserta. Perjalanan terasa istimewa karena turut didampingi lima pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, yakni KH Muh Sauman, KH Mustaqim, KH Budi Santoso, KH Samadi, dan KH Sutarno.
Ketua BikersMu Chapter Sragen, Eko Wijiyono, M.M., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan Touring Dakwah Seribu Masjid dalam rangka menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-49. Menurutnya, perjalanan roda dua ini dirancang bukan hanya sebagai wisata, melainkan juga media dakwah, penguatan organisasi, serta pembelajaran pengembangan ekonomi Persyarikatan.
Menguatkan Jejaring Persyarikatan
Rombongan memulai perjalanan dari Masjid Raya Al-Falah Sragen pada Jumat (3/7). Titik persinggahan pertama berada di kediaman Ustaz Rifky Ja’far Thalib yang menyambut hangat rombongan BikersMu.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Rifky menyampaikan pesan spiritual kepada seluruh peserta. “Semua manusia di dunia pada hakikatnya sedang berjalan dan pada akhirnya kembali kepada Allah. Maka, carilah titik akhir perjalanan pada rida Allah.”
Usai bersilaturahmi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Malang untuk bertemu BikersMu dan PDM Kabupaten Malang. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi di lingkungan Muhammadiyah.
Menjelang malam, rombongan bermalam di Masjid PDM Kota Malang sebagai penutup agenda hari pertama.
Menikmati Keindahan Bromo hingga Blitar
Hari kedua, Sabtu (4/7), diawali dengan salat Subuh berjemaah, kajian, dan sarapan bersama. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Gunung Bromo.
Lelah menempuh perjalanan panjang seolah terbayar ketika hamparan lautan pasir dan panorama pegunungan Bromo menyambut kedatangan para peserta. Momen tersebut menjadi kesempatan menikmati keindahan alam sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.
Dari Bromo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Blitar untuk bersilaturahmi dengan PDM Blitar. Di kota tersebut, peserta juga bermalam sebagai persiapan agenda utama pada hari berikutnya.
Belajar Membangun Kemandirian Ekonomi
Pada hari terakhir, Ahad (5/7), rombongan mengikuti studi banding pengembangan ekonomi Persyarikatan melalui unit usaha peternakan ayam petelur di Blitar.
Dalam kunjungan itu, peserta mempelajari tata kelola usaha, strategi pengembangan bisnis, hingga penguatan kemandirian ekonomi berbasis Persyarikatan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan unit-unit usaha Muhammadiyah di Sragen.
Sebelum kembali ke kampung halaman, rombongan menyempatkan diri menikmati panorama Pantai Tambakrejo, Blitar. Suasana pantai dan deburan ombak menjadi penutup perjalanan yang sarat makna sebelum seluruh peserta kembali ke Sragen dengan selamat.
Perjalanan selama tiga hari itu membuktikan bahwa kegiatan bermotor tidak hanya identik dengan hobi dan petualangan. Di tangan BikersMu Sragen, touring menjelma menjadi sarana dakwah, penguatan jejaring Persyarikatan, sekaligus ikhtiar membangun kemandirian ekonomi Muhammadiyah. (*)
Penulis : Aghniyaud Dzikri | Editor : Fathan Faris Saputro


