SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) mendorong para pengusaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menghadirkan layanan asistensi instalasi asisten bisnis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui platform Open Claw AI.
AI Platform Engineer SUMU, Juliardi Fajar, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis. Menurut dia, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan strategi pemasaran, tetapi juga perlu meningkatkan efisiensi operasional serta kemampuan pengambilan keputusan berbasis data.
“Persaingan bisnis hari ini tidak hanya soal pemasaran, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mampu mengelola operasional secara efisien dan mengambil keputusan berbasis data. Teknologi AI hadir untuk membantu proses tersebut agar lebih cepat, rapi, dan terukur,” ujar Juliardi dalam keterangannya, Senin (4/5).
Ia menuturkan, masih banyak pelaku usaha menghadapi kendala dalam pengelolaan internal, mulai dari pencatatan keuangan, pengelolaan komunikasi pelanggan, hingga pemantauan operasional harian. Melalui Open Claw AI, SUMU berupaya menghadirkan solusi yang praktis dan mudah diimplementasikan.
Open Claw AI merupakan asisten AI personal berbasis open source yang telah digunakan oleh ratusan ribu pengguna di berbagai negara. Teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menjalankan operasional bisnis secara lebih otomatis, efisien, dan cerdas.
Berbeda dengan chatbot konvensional yang hanya merespons perintah, Open Claw AI dirancang untuk bekerja lebih otonom layaknya asisten digital pribadi. Sistem ini mampu menjalankan berbagai tugas, membantu pengambilan keputusan berbasis data, serta terintegrasi langsung dengan alur kerja bisnis.
“Open Claw AI bukan sekadar chatbot biasa. Sistem ini dapat membantu menjalankan pekerjaan administratif dan operasional secara berkelanjutan, sehingga pengusaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis,” kata Juliardi.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, pelaku usaha dapat membalas pesan pelanggan secara otomatis dan kontekstual, mengelola serta memantau surat elektronik tanpa harus membuka kotak masuk secara manual, melakukan riset pasar dan kompetitor secara berkala, mengatur jadwal operasional harian, serta menjalankan berbagai tugas bisnis selama 24 jam.
Juliardi menjelaskan, implementasi AI dalam bisnis terbukti membantu pelaku usaha merapikan sistem kerja yang sebelumnya masih manual menjadi lebih terintegrasi dan efisien. Hal ini dinilai relevan bagi UMKM yang ingin naik kelas, tetapi memiliki keterbatasan sumber daya manusia maupun waktu.
Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital pengusaha Muhammadiyah, SUMU juga menyediakan layanan implementasi yang mencakup penyiapan dan konfigurasi awal, kustomisasi sesuai kebutuhan bisnis, sesi serah terima dan panduan penggunaan secara daring, serta garansi revisi selama tujuh hari setelah implementasi.
“Adopsi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin membantu pelaku usaha Muhammadiyah agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Juliardi.
Ke depan, SUMU berkomitmen menghadirkan program edukasi, pelatihan, serta pameran teknologi yang aplikatif dan mudah diterapkan oleh para anggotanya. (*)
Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro


