SEJUK.ID – Komitmen untuk mewujudkan layanan pendidikan terbaik terus diperkuat oleh MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA). Hal itu diwujudkan melalui kunjungan studi tiru ke MI Muhammadiyah 16 Paciran yang berlangsung di Kampus 1 Kompleks Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan madrasah, mulai dari kepala dan wakil kepala, bendahara, hingga dewan guru. Kehadiran mereka membawa misi besar, yakni menyerap praktik tata kelola lembaga yang profesional sekaligus meningkatkan kapasitas pedagogik guru.
Pertemuan dua lembaga pendidikan di jalur Pantura ini menghadirkan nuansa yang berbeda. Tidak sekadar diskusi manajerial, kegiatan ini juga diwarnai dengan pertukaran buku karya guru dan siswa dari kedua madrasah.
Momentum tersebut mengandung makna edukatif yang mendalam. Pertama, sebagai simbol persaudaraan intelektual, pertukaran buku menegaskan bahwa kerja sama antar-Madrasah Muhammadiyah tidak hanya berkutat pada aspek administratif, melainkan juga pertukaran gagasan yang tertuang dalam karya tulis.
Kedua, sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa dan guru. Melalui pertukaran karya, kedua lembaga memberikan pengakuan atas produktivitas literasi warganya. Hal ini menjadi dorongan bagi siswa untuk terus berkarya serta bagi guru untuk menjadi teladan dalam budaya literasi.
Ketiga, sebagai penguatan budaya literasi sebagai napas madrasah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa MI MULA dan MIM 16 Paciran tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga berkomitmen membangun peradaban melalui tradisi membaca dan menulis.
Dalam acara pembukaan studi tiru, Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, Fatih Futhoni, M.Pd., menyampaikan tiga pesan penting bagi kemajuan bersama.
Pertama, pentingnya kekuatan kebersamaan dengan memperkuat sinergi antara guru, pengurus, dan wali murid sebagai fondasi utama. Kedua, perlunya penguatan syiar digital dengan mendorong dewan guru untuk aktif memublikasikan kegiatan positif madrasah melalui media sosial agar kemajuan pendidikan Muhammadiyah semakin dikenal luas. Ketiga, peneguhan tanggung jawab profesional, khususnya bagi guru bersertifikasi di MI Muhammadiyah 09 Labuhan untuk berperan aktif dalam menyukseskan penerimaan peserta didik baru sebagai wujud pengabdian kepada lembaga.
Melalui kegiatan studi tiru ini, kedua lembaga diharapkan semakin termotivasi untuk terus melangkah bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkemajuan di masa mendatang. (*)
Penulis Marmulik. Editor Fathan Faris Saputro.


