SEJUK.ID – Inovasi terus digulirkan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Laren, Lamongan. Kali ini, IPM mempersembahkan program kreatif dan edukatif bertajuk Friday’s IPM, yang diluncurkan pada Jumat (8/8/2025), sebagai wadah pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar.
Salah satu agenda utama program ini adalah berjualan produk makanan hasil kreasi siswa. Kegiatan ini rutin digelar setiap hari Jumat dengan mengusung konsep “Pasar Pelajar Kreatif”. Para siswa yang tergabung dalam pengurus IPM diberikan kesempatan untuk menjual beragam produk makanan, seperti cilok mercon, minuman segar pink lava, cilok kuah pedas, hingga camilan kekinian buatan sendiri.
Tujuan dari program ini adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, serta melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama tim para siswa. Selain itu, program ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung dalam mengelola keuangan, memasarkan produk, dan melayani pembeli dengan etika yang baik.
Ketua IPM MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi, Senandung Dewantari, menyampaikan bahwa program ini terinspirasi dari semangat pelajar berkemajuan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup.
“Melalui Friday’s IPM, kami ingin membuktikan bahwa pelajar juga bisa produktif dan mandiri,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan luar biasa dari siswa, guru, dan wali murid. Bahkan, tak jarang hasil penjualan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial maupun kebutuhan organisasi IPM.
Kepala madrasah, Helmi Rohmanto, S.Pd.I., turut mengapresiasi inisiatif tersebut. “Friday’s IPM bukan sekadar ajang berjualan, tetapi juga bentuk pendidikan karakter dan kewirausahaan yang sejalan dengan nilai-nilai madrasah. Ini adalah contoh konkret dari pembelajaran berbasis proyek yang mendidik secara holistik,” ungkap beliau.
Dengan adanya program ini, MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi semakin mengukuhkan diri sebagai madrasah yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Friday’s IPM bukan hanya menjadi ruang berkarya bagi siswa, tetapi juga menciptakan budaya pelajar yang aktif, kreatif, dan mandiri. (*)
Penulis Ervina Marthavania. Editor Fathan Faris Saputro.


