SEJUK.ID – Di tengah dinamika global yang kian kompleks, kemampuan membaca arah geopolitik menjadi kunci penting bagi para pelaku usaha dalam mengambil keputusan strategis. Kesadaran ini mendorong perlunya penguatan perspektif global yang tidak hanya berbasis ekonomi, tetapi juga peradaban.
Menyadari hal tersebut, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sebagai koorganisator mengajak para pengusaha Muhammadiyah mengikuti Saladin Camp, sebuah daurah intensif yang menggabungkan wawasan geopolitik dan strategi peradaban dalam perspektif Islam.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi, cendekiawan Muslim asal Inggris–Palestina yang telah lebih dari empat dekade mendalami kajian tentang peta jalan pembebasan Baitul Maqdis. Ia dikenal sebagai pelopor studi Islamicjerusalem, penulis puluhan karya ilmiah, serta anggota kehormatan Royal Historical Society di Inggris.
Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa pemahaman geopolitik bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi pengusaha Muslim di era global saat ini. Hal itu disampaikannya di Yogyakarta, Rabu (19/3/2025).
“Dunia bisnis hari ini tidak berdiri sendiri. Ia sangat dipengaruhi oleh perubahan geopolitik global. Pengusaha yang mampu membaca arah perubahan tersebut akan memiliki keunggulan dalam menangkap peluang dan memitigasi risiko,” ujar Ghufron.
Menurut dia, Saladin Camp menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran sekaligus kapasitas intelektual pengusaha Muhammadiyah agar tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif dalam merespons perubahan dunia.
“Melalui daurah ini, kami ingin mendorong lahirnya pengusaha Muslim yang memiliki visi peradaban, yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan strategi bisnis global,” tambahnya.
Dalam Saladin Camp, peserta akan mendapatkan berbagai materi utama, di antaranya membedah peta jalan Rasulullah dalam pembebasan Baitul Maqdis, mengkaji dampaknya terhadap kemajuan ekonomi umat, serta memahami konsep strategis seperti Barakah Circle dan Amaan Theory. Selain itu, peserta juga diajak melihat peran strategis Indonesia dalam memimpin persiapan ilmu pengetahuan atau i’dad ma‘rifi di tingkat global.
Program ini telah diikuti oleh lebih dari 1.000 alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, akademisi, hingga aktivis dakwah.
Sebagai tambahan, karya-karya Prof. Abd al-Fattah El-Awaisi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah, sehingga semakin memperluas akses masyarakat terhadap pemikirannya.
Pendaftaran Saladin Camp dapat dilakukan melalui laman ummah.id/saladincamp, dengan opsi pembayaran uang muka (DP) untuk mengamankan harga early bird. Program ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pengusaha Muhammadiyah untuk melesat di tengah kompetisi global dengan bekal pemahaman geopolitik yang kuat dan terarah. (*)


