Opini

Pancasila untuk Pendidikan Karakter Bangsa

3 Mins read

Sejuk.IDDari tahun ke tahun negara Indonesia tidak pernah luput dari masalah seputar Pancasila, sosial, persatuan bangsa Indonesia maupun kasus lainnya. Bukannya rakyat atau pemerintah tidak peduli dengan masalah yang terus bermunculan, tetapi masalah demikian ini sudah berada diluar kendali pihak berwajib. Kasus yang tidak ada habisnya seperti pelecehan, pembunuhan sampai korupsi dimana-mana.

Dan kasus korupsi menjadi salah satu kasus yang masih hangat baru baru ini, seperti dugaan korupsi beberapa pejabat yang sering pamer harta di social media. Ada juga kasus Rafael alun trisambo dengan inisial RAT, mantan pejabat pajak sebagai tersangka kasus korupsi. RAT diduga menerima gratifikasi dari beberapa wajib pajak “atas pengkondisian dari berbagai temuan pemeriksaan di bidang perpajakan. Penyidik menemukan uang grafikasi yang diterima sebanyak 1,3 miliar, beberapa benda juga ditemukan seperti perhiasan, sepeda serta uang tunai dirumah tersangka juga menemukan yang senilai Rp.3,2 miliar yang disimpan didalam safty deposit box di salah satu bank dalam mata uang rupiah, dollar AS, dollar Singapura dan Euro.

Kasus Rafael Alun Trisambo mulai diselidiki sebab kasus penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo tak lain putranya sendiri. Penganiayaan membuat korban sempat koma dan luka parah. Mario yang seorang mahasiswa pun di drop dari kampus, lalu ayahnya juga dipecat dari jabatanya. Salah satu faktor kasus diatas karena menurunnya integrasi moral di Indonesia. Mario yang sombong karena merasa ayahnya adalah pejabat, maka bisa berbuat semena-mena kepada orang lain. Lalu kasus korupsi yang terjadi sebab tidak ada rasa tanggung jawab sebagai pemerintah yang seharusnya mengayomi rakyat.

Dan masih banyak kasus kasus yang memperlihat kan menurunan nya moral, sikap dan karakter di Indonesia. Solusi dari permasalahan tersebut bisa dicegah, salah satunya dengan Pendidikan karakter terutama pada pelajar. Pendidikan karakter yaitu penanaman nilai-nilai mencangkup komonen pengetahuan, kemampuan atau kesadaran dan Tindakan untuk melakuan nilai-nilai tersebut. Pengembangan karekter dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu. Tetapi karena setiap orang hidup dalam lingkungan dan buaya tertentu, maka perkembangan karakternya hanya dapat dilakukan dilingkungan nya.

Pancasila merupakan dasar yang bisa dijadiakan cara untuk pengembangan karakter. Peran nya menjaga prinsip, paduan dan kriteria perilaku pada segala aspek kehidupan. Pancasila bukan hanyak pemikiran dan perenungan dari para tokoh pendiri bangsa tapi juga idiologi dengan campuran budaya dan adat istiadat Indonesia.

Pancasila memiliki tuntutan serta pedoman pada masyarakat Indonesia dalam berpandangan dan berkepribadian, sehingga memiliki kompetensi untuk menunjukkan sikap pengabdian dalam kehidupan sebagai warga negara Indonesia.
Di dalam Pancasila sendiri tercantum nilai-nilai seperti ketuhanan, persatuan, kerakyatan serta keadilan. Dilihat lagi Pancasila memiliki sifat pasti dan realistis. Dan apabila nilai Pancasila benar-benar dimengerti tentu bisa mengurangi kesenjangan dan kejahatan moral dimasyarakat, Pancasila sudah menjadi ideologi negara sejak lama dan itu memudahkan masyarakat mengetahui dan memahami nilai-nilai Pancasila. Maka dengan menjadikan dasar untuk pengembangan karakter akan sangat cocok, karena tidak perlu khawatir akan batasan lingkungan ataupun budaya individu tersebut untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang baik.

Pendidikan Pancasila salah satunya mampu membektuk perilaku baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih khusus untuk anak-anak yang mendapatkan Pendidikan di sekolah. Pendidikan pansiala diharapkan mampu membentuk iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa di dalam kehidupan bermasyarakat. Memiliki sikap adil dan beradab, toleransi serta mementingkan kesepakatan musyawarah dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

Nilai- nilai dalam Pancasila dapat menimbulkan sikap bertanggung jawab, menerapkan nilai kemanusiaan, kerakyatan dan persatuan. Seperti yang kita ketahui bahwa, perkembangan zaman pada era saat ini banyak membawa pengaruh, dimana perkembangan teknologi informasi memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif terjadi apabila bila kita bisa memanfaatkan teknologi dengan baik, dan juga berdampak merugikan seperti perubahan dalam hal budaya yang mempengarui generasi muda.

Banyak sekali generasi muda yang tidak berperilaku baik dan tidak sesuai norma dan adab. Hal ini terjadi karena rendahnya kesadaran pada diri masing-masing. Salah satu solusi ini dengan menanamkan Pendidikan Pancasila untuk perkembangan karakter khusunya generasi muda. Selama bertahun-tahun semakin sedikit masyarakat yang mencerminkan budaya Indonesia, seperti gotong royong dan tolong menolong, saling menghargai dan menghormati perbedaan. Mengingat negara Indonesi merupakan negara yang beragam dari ras budaya dan agama yang masih menjunjung kesatuan negara republik Indonesia. Tapi yang dihadapi sekarang masyarakat yang mengarah kepada individualis dan semakin jauh dari lingkungan social.

Indonesia kedepannya memerlukan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi, seperti menigkatkan minat baca pada masyarakat dan pastinya Pendidikan Pancasila. Pendidikan akan menjadi tahap awal untuk membentuk karakter yang baik. Jika setiap individu bisa memahami dan menerapkan nilai Pancasila dengan baik maka bisa membangun kepribadian dan menciptakan lingkungan berbangsa dan bernegara yang baik pula. Pendidikan karakter yang bukan hanya untuk generasi muda tapi untuk seluruh bangsa Indonesia. Harapan bahwa pemerintah Indonesia juga mampu untuk menjunjung keadilan social bagi rakyat dan berjalannya politik sesuai dengan UUD dan Pancasila.

Persis dengan bunyi Pancasila sila ke-5 bahwa, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan yang berlaku di dalam masyarakat di bidang kehidupan, materi maupun spiritual. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia yang artinya keadilan dalam bidang hukum, politik, social, ekonomi dan kebudayaan.

Penulis : Afifaturrahmah (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

660 posts

About author
Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama.
Articles
    Related posts
    Opini

    Seni Menyikapi Kabar Media Melalui Teori Dromologi Paul Virilio

    3 Mins read
    Opini

    Krisis Giat Remaja Masa Kini Hingga Muncul Istilah Remaja Jompo

    3 Mins read
    Opini

    Realitas Gelap Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat

    4 Mins read

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *