NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

PKG Guru MI dan RA Brondong Jadi Ruang Refleksi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

2 Mins read

SEJUK.ID – Penilaian Kinerja Guru (PKG) tidak semata-mata menjadi sarana evaluasi administrasi pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi dan pembinaan bagi guru untuk memperbarui wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat komitmen dalam mendidik.

Hal itu tercermin dalam pelaksanaan PKG bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Raudhatul Athfal (RA) bersertifikasi di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 20–31 Oktober 2026 tersebut dilaksanakan di gedung Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Kecamatan Brondong bersama Pengawas Madrasah, Bunayya, S.Pd.I.

Dalam kegiatan itu, para guru tidak hanya menjalani penilaian terhadap kinerja dan administrasi pembelajaran di madrasah masing-masing. Mereka juga memperoleh pembinaan serta kesempatan berdiskusi mengenai perkembangan informasi dan regulasi pendidikan.

Bagi Bunayya, PKG merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Penilaian tidak seharusnya dipahami sebagai proses mencari kekurangan guru, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara berkelanjutan.

“Penilaian kinerja ini bukan sekadar menilai administrasi pembelajaran Bapak dan Ibu di sekolah masing-masing. Jauh dari itu, ini adalah sarana pembinaan, ruang diskusi, dan media untuk memperbarui informasi serta memahami regulasi pendidikan terbaru,” tutur Bunayya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa penilaian kinerja seharusnya berjalan beriringan dengan pembinaan profesional. Guru membutuhkan umpan balik agar dapat mengenali hal-hal yang perlu dipertahankan sekaligus memperbaiki aspek pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan.

Guru sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat

Salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menempatkan guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Menurut Bunayya, tanggung jawab seorang pendidik tidak berhenti pada kegiatan mengajar di ruang kelas.

“Guru madrasah tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar,” ujarnya.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa kompetensi guru perlu terus dikembangkan seiring perubahan zaman. Perkembangan teknologi, pembaruan regulasi, dan kebutuhan belajar murid menuntut pendidik untuk senantiasa memperbarui pengetahuan serta menyesuaikan metode pembelajaran.

Baca Juga:  Antusias Tinggi! Puluhan Siswa-Siswi Muhammadiyah seBrondong Ramaikan Lomba Kaligrafi dalam Perayaan Milad Ke-111

Guru MI dan RA memiliki tanggung jawab penting dalam mendampingi perkembangan murid pada tahap pendidikan dasar dan usia dini. Karena itu, kemampuan mengajar perlu ditopang oleh kemauan untuk terus belajar, keterbukaan terhadap masukan, dan kesediaan melakukan evaluasi diri.

Sikap tersebut juga menjadi bagian dari keteladanan. Guru yang memiliki semangat belajar akan lebih mudah menumbuhkan rasa ingin tahu, membangun kebiasaan belajar, dan mendorong murid untuk mengembangkan potensinya.

Meneguhkan Pengabdian melalui Pendidikan

Selain membahas kompetensi dan administrasi pembelajaran, kegiatan PKG menjadi momentum untuk kembali meneguhkan makna pengabdian seorang guru madrasah. Tugas pendidik tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan membentuk karakter murid.

Dalam tradisi pendidikan Islam, proses mendidik mencakup penyampaian ilmu (ta’lim) sekaligus pembentukan adab (ta’dib). Keduanya menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang berpengetahuan dan berakhlak mulia.

Melalui pelaksanaan PKG ini, para guru diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif. Penilaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat profesionalisme, dan menghadirkan pendidikan madrasah yang semakin bermutu.

Pada akhirnya, guru yang baik bukan hanya mereka yang mampu menyampaikan pelajaran, melainkan juga mereka yang bersedia terus belajar, memperbaiki diri, dan mendampingi murid dengan penuh tanggung jawab. (*)

Penulis : Ma’in | Editor : Fathan Faris Saputro

1380 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

BikersMu Temanggung Salurkan 10.000 Liter Air Bersih, Bantu 224 Warga di Pelosok Desa

3 Mins read
SEJUK.ID – Kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih mendorong BikersMu Chapter Temanggung bersama sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah menyalurkan bantuan air…
BeritaDaerah

BikersMu Chapter Kabupaten Semarang Perkuat Dakwah dan Persaudaraan Lewat Kopdar di Masjid

2 Mins read
MuhammadiyahLamongan.com – BikersMu Chapter Kabupaten Semarang menggelar kajian Islam dan kopi darat (kopdar) di Masjid Darussalam, Losari, Ambarawa, Ahad (25/10/2026). Kegiatan yang…
BeritaDaerah

FK-KIM DIY Didorong Perkuat Kolaborasi dan Jembatani Aspirasi Masyarakat

3 Mins read
SEJUK.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong Forum Komunikasi Komunitas Informasi Masyarakat (FK-KIM) DIY memperkuat kolaborasi lintas…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *