SEJUK.ID – Touring bagi BikersMu Chapter Kota Magelang bukan sekadar perjalanan menempuh jarak dengan sepeda motor. Di balik roda yang berputar, ada silaturahmi yang dijaga, ilmu yang ditimba, serta kepedulian yang dibagikan kepada sesama.
Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan pengajian dan bakti sosial dalam rangkaian touring BikersMu Chapter Kota Magelang. Sekitar 15 sepeda motor mengikuti kegiatan yang diawali dari Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju sejumlah lokasi.
Rombongan berangkat sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelum perjalanan dimulai, para peserta berkumpul untuk melaksanakan doa bersama. Doa tersebut menjadi ikhtiar agar perjalanan berlangsung aman, lancar, dan penuh keberkahan.
Tujuan pertama rombongan adalah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an PAY Muhammadiyah Piyungan, Sawangan. Kedatangan BikersMu Chapter Kota Magelang disambut dengan suasana penuh keakraban.
Selain bersilaturahmi, rombongan mengikuti pengajian yang disampaikan Ustaz Aslam Abu Husnia, M.Pd.I. Pengajian menjadi kesempatan bagi anggota BikersMu untuk sejenak meninggalkan rutinitas perjalanan dan mengisi kembali bekal spiritual.
Bagi komunitas yang identik dengan aktivitas berkendara, berhenti sejenak untuk duduk bersama dan menimba ilmu menjadi bagian penting dari perjalanan. Touring pun tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar dan mempererat persaudaraan.
Setelah pengajian, BikersMu Chapter Kota Magelang melanjutkan kegiatan dengan bakti sosial. Bantuan diserahkan kepada Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an PAY Muhammadiyah Piyungan dan diterima dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Lazismu Kota Magelang. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi pondok pesantren sekaligus memperkuat kepedulian sosial dalam setiap kegiatan BikersMu Chapter Kota Magelang.
Ketua BikersMu Chapter Kota Magelang, Bustanul Arifin, yang akrab disapa Cak Arif, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan penerimaan pihak pondok pesantren.
“Terima kasih sudah menerima silaturahmi kami. Semoga pertemuan ini menjadi berkah dan barokah untuk kita semua. Mohon doa supaya BikersMu Chapter Kota Magelang selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah serta berlimpah,” kata Cak Arif.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan BikersMu bukan sekadar komunitas yang melakukan perjalanan bersama, tetapi juga komunitas yang dapat menghadirkan manfaat di setiap tempat yang dikunjungi.
“Touring bagi kami bukan hanya tentang perjalanan. Ada silaturahmi, ada belajar, ada berbagi, dan yang paling penting bagaimana keberadaan kami bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Melanjutkan Perjalanan ke New Selo
Usai menyelesaikan rangkaian kegiatan di pondok pesantren, rombongan melanjutkan perjalanan menuju New Selo, Boyolali. Di lokasi tersebut, anggota BikersMu Chapter Kota Magelang menikmati suasana sekaligus mempererat kebersamaan.
Rombongan juga menggelar rapat untuk membahas berbagai hal terkait kegiatan komunitas. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga koordinasi dan keberlanjutan kegiatan BikersMu.
Semangat kebersamaan tetap terjaga hingga perjalanan pulang. Ketika memasuki waktu salat, rombongan memilih berhenti di Masjid Al Birru, Ketep, Sawangan, untuk menunaikan salat secara berjamaah.
Salah seorang anggota BikersMu Chapter Kota Magelang, Sunil, mengapresiasi kebiasaan tersebut.
“Ya, begini harusnya touring. Mampir ke PAY untuk menimba ilmu dan bakti sosial. Ketika waktunya salat, berhenti di masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Mantap ini,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan bersama dapat dikemas dengan nilai yang lebih luas. Roda sepeda motor terus berputar, tetapi ibadah, silaturahmi, dan kepedulian tetap menjadi bagian dari perjalanan.
Melalui kegiatan itu, BikersMu Chapter Kota Magelang berupaya membangun budaya komunitas yang tidak hanya kuat dalam kebersamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Dari jalanan menuju pesantren, perjalanan menjadi ruang pembelajaran. Dari kebersamaan, tumbuh kepedulian. (*)
Penulis : Bustanul Arifin | Editor : Fathan Faris Saputro


