NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaDaerah

SUMU Dorong Re-Industrialisasi untuk Perluas Pengusaha Manufaktur

2 Mins read

SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) mendorong lahir dan tumbuhnya lebih banyak pengusaha di sektor manufaktur melalui agenda re-industrialisasi. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi gerakan ekonomi Muhammadiyah untuk membangun kemandirian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pada abad kedua.

Direktur sekaligus Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Ghufron Mustaqim mengatakan, penguatan sektor industri diperlukan agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya bertahan dalam skala kecil. UMKM perlu didorong untuk berkembang melalui ekosistem bisnis dan keterhubungan dengan rantai pasok industri.

Hal itu disampaikan Ghufron dalam Kopi Darat SUMU bersama puluhan pengusaha Muhammadiyah di Medan, Sumatera Utara, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat jejaring SUMU di Kota Medan.

Menurut Ghufron, SUMU hadir sebagai wadah bagi pengusaha dan calon pengusaha, baik dari kalangan Muhammadiyah maupun masyarakat umum, untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, dan mengembangkan kapasitas bisnis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Dr. Irwan Syahputra, M.A., Ketua Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPUMKM) PWM Sumatera Utara Muhammad Irsyad, M.I.Kom., Ketua Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Medan Muhammad Syafii, serta sejumlah pengusaha Muhammadiyah di Medan.

Dalam agenda tersebut, dialog interaktif menghadirkan Ghufron Mustaqim dan Muhammad Irsyad dengan moderator Yudha Pratama.

Ghufron menjelaskan, pendekatan SUMU bukan semata-mata memberikan tambahan modal kepada pelaku UMKM. Menurut dia, tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan skala pasar, produktivitas, dan keterhubungan dengan industri yang memiliki kapasitas lebih besar.

Karena itu, SUMU mendorong agenda re-industrialisasi sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi. Gagasan tersebut disebut Ghufron sebagai bentuk aktualisasi Al-Ma’un Abad ke-21, yakni menghadirkan keberpihakan kepada masyarakat melalui penciptaan kesempatan kerja dan peningkatan produktivitas.

Baca Juga:  Pelantikan Direktur Baru, RS Muhammadiyah Kalikapas Lamongan Perkuat Layanan dan Digitalisasi

“UMKM tidak akan naik kelas tanpa mesin penarik berskala besar. Mesin penarik itu adalah industrialisasi,” ujar Ghufron.

Ia menjelaskan, pertumbuhan industri akan menciptakan rantai pasok yang lebih panjang. Dalam ekosistem tersebut, UMKM dapat mengambil peran dalam rantai produksi, distribusi, maupun penyediaan barang dan jasa. Dengan demikian, pertumbuhan industri dapat membuka ruang bagi peningkatan skala usaha UMKM.

Menurut Ghufron, industrialisasi juga memiliki kapasitas besar dalam menyerap tenaga kerja, termasuk tenaga kerja yang sebelumnya berada di sektor berproduktivitas rendah. Tenaga kerja tersebut dapat beralih ke sektor dengan produktivitas yang lebih tinggi seiring berkembangnya basis industri.

Ia mencontohkan perkembangan sejumlah negara di Asia Timur, termasuk China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, sebagai bahan pembelajaran dalam membangun basis manufaktur. Salah satu strategi yang ia soroti ialah pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian menuju sektor manufaktur yang berorientasi ekspor.

“Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan China mengalami pertumbuhan pendapatan per kapita yang tinggi selama beberapa dekade dengan memperluas basis manufaktur dan memindahkan tenaga kerja dari sawah ke pabrik yang berorientasi ekspor,” katanya.

Ghufron juga menyoroti perubahan kondisi kemiskinan di kawasan Asia Timur dalam beberapa dekade terakhir. Menurut dia, industrialisasi dan peningkatan produktivitas menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap transformasi ekonomi di kawasan tersebut.

Sebaliknya, ia menilai Indonesia perlu memperkuat kembali basis industrinya agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok masyarakat tertentu. Ia menyoroti masih banyak masyarakat yang menggantungkan pendapatan pada pekerjaan dengan produktivitas dan perlindungan ekonomi yang relatif terbatas, seperti pengemudi transportasi daring, pedagang kaki lima, dan buruh harian lepas.

“Tanpa re-industrialisasi, pertumbuhan Indonesia berisiko hanya menyisakan segelintir orang di puncak dan menyerakkan mayoritas masyarakat ke pinggiran kehidupan,” tegasnya.

Baca Juga:  SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #4: Belajar Bisnis Digital dari Marbot Milenial hingga Pakar Data

Karena itu, SUMU berkomitmen menjadikan re-industrialisasi sebagai salah satu agenda strategis dalam membangun ekosistem usaha Muhammadiyah. Bagi SUMU, industrialisasi bukan hanya agenda ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menerjemahkan nilai keberpihakan sosial melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itulah SUMU bertekad membawa mandat teologis abad ke-21: industrialisasi sebagai wujud nyata Al-Ma’un,” pungkas Ghufron. (*)

Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro

1380 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

PKG Guru MI dan RA Brondong Jadi Ruang Refleksi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

2 Mins read
SEJUK.ID – Penilaian Kinerja Guru (PKG) tidak semata-mata menjadi sarana evaluasi administrasi pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi dan pembinaan bagi…
BeritaDaerah

BikersMu Temanggung Salurkan 10.000 Liter Air Bersih, Bantu 224 Warga di Pelosok Desa

3 Mins read
SEJUK.ID – Kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih mendorong BikersMu Chapter Temanggung bersama sejumlah organisasi otonom Muhammadiyah menyalurkan bantuan air…
BeritaDaerah

BikersMu Chapter Kabupaten Semarang Perkuat Dakwah dan Persaudaraan Lewat Kopdar di Masjid

2 Mins read
MuhammadiyahLamongan.com – BikersMu Chapter Kabupaten Semarang menggelar kajian Islam dan kopi darat (kopdar) di Masjid Darussalam, Losari, Ambarawa, Ahad (25/10/2026). Kegiatan yang…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *