SEJUK.ID – Kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tuban melalui aksi penggalangan donasi. Bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Tuban, IMM Tuban berhasil menghimpun donasi sebesar Rp2.224.000.
Penggalangan donasi dilakukan pada Minggu (30/8/2026) di tiga titik di Kabupaten Tuban, yakni Gelanggang Olahraga (GOR) Tuban, Pasar Baru Tuban, dan Taman Abipraya.
Sejumlah kader IMM Tuban turun langsung ke lapangan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi membantu warga yang terdampak bencana di NTT.
Dari aksi tersebut, terkumpul dana sebesar Rp2.224.000. Seluruh donasi kemudian diserahkan kepada Lazismu Tuban untuk selanjutnya disalurkan melalui mekanisme bantuan kemanusiaan.
Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Tuban, Prastyo, mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kemanusiaan.
“Kami dari IMM Tuban ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak cukup hanya dengan rasa prihatin. Kita harus bergerak dan melakukan sesuatu, meskipun yang kita berikan tidak besar. Alhamdulillah, dari aksi kemarin terkumpul Rp2.224.000,” ujar Prastyo.
Menurut Prastyo, besarnya donasi bukanlah ukuran utama dalam sebuah gerakan kemanusiaan. Hal yang lebih penting ialah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk saling membantu dan menunjukkan solidaritas kepada mereka yang tengah mengalami musibah.
“Bagi kami, setiap rupiah yang diberikan masyarakat adalah bentuk kepercayaan dan kepedulian. Semoga donasi ini bisa memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di NTT,” katanya.
Prastyo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Tuban yang telah memberikan dukungan selama aksi penggalangan donasi berlangsung. Ia juga mengapresiasi Lazismu Tuban yang menjadi mitra dalam pengelolaan dan penyaluran donasi.
Kolaborasi IMM Tuban dan Lazismu tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan kemanusiaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat Tuban. Aksi itu sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, tetapi memiliki arti bagi mereka yang sedang menghadapi bencana. (*)


