NEW!Incredible offer for our exclusive subscribers! Read More
BeritaNasional

KOPIMU dan Jalan Industrialisasi Muhammadiyah dari Hulu ke Hilir

3 Mins read

SEJUK.ID – Membangun ekosistem usaha yang maju menjadi salah satu pesan utama dalam Kopdar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Jawa Barat 2026. Kegiatan yang digelar di Hall Evermos Center, Jalan Dago, Kota Bandung, Ahad (9/8/2026), itu diikuti sekitar 150 pengusaha dan pelaku ekonomi Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Forum tersebut menegaskan industrialisasi sebagai salah satu jalan menuju kemakmuran. Di tengah pembahasan itu, KOPIMU hadir sebagai contoh bagaimana gagasan industrialisasi dapat diterapkan melalui pengembangan komoditas lokal dari hulu hingga hilir.

Mengubah Kopi Menjadi Produk Bernilai Tambah

KOPIMU merupakan merek kopi yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem bisnis SUMU Bogor Raya. KOPIMU tidak sekadar menjual kopi, tetapi berupaya membangun rantai nilai yang lebih lengkap, mulai dari petani, pengolahan, penyangraian, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran dan perluasan pasar.

Selama ini, salah satu persoalan komoditas pertanian Indonesia adalah petani masih banyak menjual hasil produksi dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah yang relatif kecil. KOPIMU berupaya mengubah pola tersebut.

Kopi dari berbagai daerah diolah menjadi produk jadi dengan merek sendiri, standar kualitas, kemasan, serta strategi pemasaran yang menyasar konsumen secara langsung. Dengan cara itu, nilai ekonomi tidak berhenti pada perdagangan biji kopi mentah (green bean), tetapi terus bertambah melalui proses pengolahan di dalam negeri.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Kopdar SUMU Jawa Barat untuk membangun rantai nilai yang utuh dari hulu hingga hilir.

“KOPIMU kami bayangkan bukan sekadar merek kopi. Ini salah satu contoh bagaimana ekosistem usaha dapat dibangun. Ada petani di hulu, pengolahan, industri penyangraian, pengemasan, distribusi, komunitas sebagai pasar, hingga peluang ekspor di hilir,” ujar Muad, anggota tim KOPIMU.

Baca Juga:  SUMU dan eGrad.id Buka Jalan Generasi Muda Menuju Karier Global Lewat Program Resmi Jerman

Menjadi Bagian dari Cita-cita Industrialisasi

Kopdar SUMU Jawa Barat mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia”. Tema tersebut sejalan dengan arah pengembangan KOPIMU.

Pimpinan SUMU sekaligus Wakil Ketua LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, mengatakan industrialisasi merupakan “eskalator” yang dapat mengangkat masyarakat menuju kemakmuran. Menurut dia, pengusaha Muhammadiyah perlu mengambil peran sebagai pelaku utama industrialisasi, bukan sekadar menjadi penonton.

KOPIMU ingin menjadi salah satu contoh kecil dari gagasan besar tersebut, yakni mendorong komoditas lokal menjadi produk industri bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional dan global.

KOPIMU tidak berhenti pada aktivitas jual-beli kopi. Pengembangannya diarahkan untuk membangun ekosistem yang melibatkan petani, roastery, UMKM, komunitas, pengecer, distributor, lembaga keuangan, hingga pasar ekspor. Setiap pihak dalam rantai tersebut diharapkan memiliki peran sekaligus peluang ekonomi.

Komunitas sebagai Kekuatan Pasar

Salah satu kekuatan yang ingin dikembangkan KOPIMU adalah basis komunitas Muhammadiyah.

Muhammadiyah memiliki jaringan organisasi, amal usaha, komunitas, kader, pelaku UMKM, dan anggota yang tersebar di berbagai daerah. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan pasar apabila dikelola melalui ekosistem bisnis yang sehat dan profesional.

Karena itu, KOPIMU menggunakan pendekatan community-driven market. Komunitas tidak hanya ditempatkan sebagai konsumen, tetapi juga dapat berperan sebagai pengecer, mitra distribusi, agen, atau bagian dari rantai bisnis.

Semakin besar pasar KOPIMU, semakin besar kebutuhan bahan baku. Peningkatan kebutuhan bahan baku membuka peluang lebih luas bagi petani dan pengolah kopi. Ketika volume produksi meningkat, proses industri dan distribusi pun berpeluang menjadi lebih efisien.

Rantai tersebut menjadi bagian dari model nilai yang ingin dibangun KOPIMU.

Bukan Sekadar Kopi, tetapi Model Ekosistem

Membangun industri tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk. Dibutuhkan pasar, modal, teknologi, kapasitas produksi, distribusi, sumber daya manusia, serta kolaborasi.

Baca Juga:  UMKM Binaan SUMU Kian Berkembang, Aflah Apparel Tawarkan Jersey Custom dengan Sentuhan Profesional

Atas dasar itu, KOPIMU menjadi salah satu proof of concept atau contoh penerapan awal model bisnis SUMU Bogor Raya. Model tersebut mengedepankan empat pendekatan, yakni berorientasi pada kebutuhan pasar (market driven), tidak bertumpu pada kepemilikan aset besar (asset light), kolaboratif, serta terintegrasi dengan rantai pasok.

Melalui KOPIMU, SUMU Bogor Raya ingin menguji bagaimana kekuatan komunitas dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Jika model tersebut berhasil, pendekatan serupa dapat diterapkan pada komoditas dan produk lainnya.

Dari Jawa Barat Menuju Pasar Global

Kehadiran KOPIMU dalam Kopdar SUMU Jawa Barat juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa produk berbasis komunitas tidak harus berhenti di pasar komunitas.

Produk tersebut perlu memiliki ambisi untuk tumbuh menjadi merek nasional dan, pada tahap berikutnya, menembus pasar global. Karena itu, pengembangan KOPIMU tidak hanya diarahkan pada pasar ritel dalam negeri. Penguatan kualitas produk, standardisasi, kapasitas produksi, kemasan, distribusi, hingga kesiapan ekspor menjadi bagian dari rencana jangka panjang.

Perjalanan KOPIMU dapat digambarkan melalui rantai transformasi: petani → komoditas → pengolahan → roastery → merek → distribusi → komunitas → pasar nasional → ekspor.

Rantai tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Langkah Kecil Menuju Ekosistem Besar

Kopdar SUMU Jawa Barat menegaskan bahwa industrialisasi membutuhkan kolaborasi dan penggabungan berbagai kekuatan ekonomi. Forum tersebut juga menjadi ruang bagi pengusaha untuk memperkenalkan usaha, membangun jaringan, dan membuka peluang kerja sama.

Di tengah semangat itu, KOPIMU membawa gagasan bahwa kopi Indonesia tidak semestinya hanya dijual sebagai bahan mentah. Komoditas tersebut dapat diolah, diberi nilai tambah, dibangun menjadi merek, dan dipasarkan secara lebih luas sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih banyak pihak.

Baca Juga:  Kopdar Akbar SUMU 2026 Teguhkan Peran Pengusaha Muhammadiyah Berkemajuan

KOPIMU mungkin baru merupakan langkah awal. Namun, dari langkah tersebut diharapkan tumbuh ekosistem yang lebih besar: petani memperoleh akses pasar yang lebih baik, UMKM mendapat peluang usaha, komunitas memiliki ruang untuk berkolaborasi, industri mencapai skala yang lebih besar, dan produk Indonesia memiliki jalan menuju pasar global.

Pada akhirnya, industrialisasi bukan semata-mata tentang membangun pabrik. Industrialisasi juga berarti membangun rantai nilai, menciptakan nilai tambah, membuka kesempatan ekonomi, dan mengajak sebanyak mungkin pihak untuk tumbuh bersama menuju kemakmuran.

Bagi KOPIMU, itulah makna dari gagasan “Industrialisasi Jadi Eskalator Menuju Kemakmuran.” (*)

Penulis : Soleh | Editor : Fathan Faris Saputro

1293 posts

About author
Penulis buku Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi (2025), Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu (2024), dan Luwesitas IMM (2023). Akun IG : iamfaris.28
Articles
Related posts
BeritaDaerah

Dosen UNY Raih Best Presenter di Konferensi Fisika Internasional 2026

2 Mins read
SEJUK.ID – Dosen Departemen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tsania Nur Diyana, meraih penghargaan Best Presenter dalam International Physics Conference 2026…
BeritaDaerah

Industrialisasi Jadi Jalan Menuju Kemakmuran, SUMU Konsolidasikan Pengusaha Jawa Barat

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP-UMKM PWM) Jawa Barat mendorong…
BeritaNasional

Pengusaha Muhammadiyah Konsolidasikan Ekosistem Bisnis untuk Dorong Industrialisasi Indonesia

2 Mins read
SEJUK.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP-UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta mengonsolidasikan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *