SEJUK.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman membuka Pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) bagi 153 siswa dari SD Muhammadiyah Condongcatur dan SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo, Senin (3/8/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Sleman, AKP Arfita Dewi, memimpin langsung upacara pembukaan pelatihan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 4–22 Agustus 2026.
Sebanyak 145 siswa berasal dari SD Muhammadiyah Condongcatur, sedangkan delapan siswa lainnya merupakan perwakilan dari SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo. Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai peraturan dasar lalu lintas, pengaturan keamanan di lingkungan sekolah, serta upaya pencegahan risiko kecelakaan.
Arfita mengatakan, pembentukan PKS bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak jenjang sekolah dasar. Selain itu, para peserta diharapkan memahami peran mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib.
“Pembentukan PKS ini bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas serta membentuk generasi muda yang peduli terhadap keselamatan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur, Estri Rukmiyanti, menjelaskan bahwa program PKS telah menjadi bagian dari pembinaan karakter di sekolah dan rutin diselenggarakan setiap tahun. Pada pelaksanaan kali ini, pelatihan dilaksanakan bersama SD Muhammadiyah Kompleks Kolombo sebagai bentuk kolaborasi antarsekolah.
Menurut Estri, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab, membangun keberanian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui PKS, siswa memperoleh pengalaman untuk belajar bertanggung jawab, berani mengambil peran, dan memiliki jiwa melayani. Pengalaman tersebut penting dalam proses pembentukan karakter mereka,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polresta Sleman atas pendampingan yang selama ini diberikan. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan sekolah menghadirkan pembelajaran karakter yang lebih bermakna karena siswa memperoleh pengalaman langsung dari para praktisi di bidang keamanan dan lalu lintas.
“Kami mengapresiasi pendampingan Polresta Sleman yang terus mendukung program ini. Kerja sama tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang keamanan dan lalu lintas,” ujar Estri.
Estri berharap kolaborasi antara sekolah dan Polresta Sleman dapat terus berlanjut. Ia meyakini sinergi tersebut akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter Islami, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)


