SEJUK.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bandung Barat bersatu dalam kegiatan bertajuk “Menata Sampah, Menata Harapan”. Acara ini digelar di Kantor Bank Sampah Sukamaju Sejahtera dan menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran lingkungan serta mendorong ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah pada Selasa (29/4/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara XL Smart, Teman Bijak Bumi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Garda Sakti Sekata, dan Smartfren Community Bandung Barat. Dengan mengusung semangat “Sejuta Akses, Berjuta Peluang untuk Kabupaten Bandung Barat”, acara ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
Ketua Garda Sakti Sekata, Asep Sutejo, dalam sambutannya menyampaikan, “Kami menyambut baik gerakan seperti ini, yang bukan hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi. Menata sampah bukan semata soal kebersihan, tetapi juga soal menyusun kembali harapan masyarakat akan lingkungan hidup yang lebih layak.”
Sementara itu, Toni Permana, Ketua Bank Sampah Sukamaju Sejahtera, memaparkan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah terpadu. “Bank sampah bukan hanya tempat mengumpulkan limbah, tetapi juga pusat edukasi, ekonomi, dan gerakan perubahan. Harapannya, masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi dan semakin peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dalam sesi inspiratif, Wildan Awaludin, Pemimpin Smartfren Community Bandung Barat, mengajak generasi muda untuk terlibat aktif. “Kami ingin membuktikan bahwa komunitas digital juga bisa menjadi motor penggerak perubahan dari akar rumput. Kolaborasi antara teknologi, edukasi, dan pemberdayaan lingkungan ini harus terus digelorakan.”
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Diharapkan, inisiatif seperti ini bisa menjadi model bagi wilayah lain dan terus berkembang menjadi gerakan bersama yang berdampak luas. (*)


